Penjual Janur Masih Makmur

oleh -503 views

Seputarmuria, PATI – Di Pati, sebagaimana di beberapa wilayah Indonesia lainnya, perayaan Idulfitri pada 1 Syawal biasa disusul dengan tradisi lebaran ketupat (kupatan).

Lebaran ketupat dirayakan pada tanggal 8 Syawal, setelah pelaksanaan puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal.

Jelang peringatan lebaran ketupat, biasanya bermunculan para pedagang janur. Janur adalah bahan untuk membuat selongsong ketupat.

Abdul Syukur (40) adalah satu di antara pedagang janur musiman yang biasa mangkal di area Pasar Gabus, Kecamatan Gabus.

Tahun ini, Warga Kecamatan Margorejo tersebut telah tiga hari berjualan janur. Ia mulai berjualan pada hari H Idulfitri.

“Alhamdulillaah, penjualan tahun ini lebih ramai dibanding tahun lalu,” ujarnya, Jumat (7/6/2019).

Rata-rata, dalam sehari ia mampu menjual 5000 helai janur atau setara 100 ikat janur. Setiap ikat berisi 50 janur. Ia menjual janur per ikat dengan harga antara Rp 15 ribu hingga Rp 17 ribu.

“Saya kulakan janur dari Kecamatan Gembong dengan harga Rp 300 ribu per 1000 helai janur,” tambahnya.

Abdul Syukur biasa berjualan mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 17.00. Ia berencana berjualan hingga Selasa (11/6/2019) atau H-1 Lebaran Ketupat.

Berbeda dari Abdul Syukur, Sarminah (40), penjual janur di Pasar Kecamatan Winong mengaku penjualannya tahun ini tak seramai tahun lalu.

Di hari pertamanya berjualan, yakni Kamis (6/6/2019), ia berhasil menjual 5000 helai janur (100 ikat).

“Per ikat isi 50 helai saya jual antara Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu. Saya kulakan dari Pasar Puri dengan harga Rp 230 ribu per 1000 helai,” ungkapnya.

Menurut warga Desa Tlogorejo Kecamatan Winong ini, penjualannya pada hari ini tak seramai kemarin.

“Sudah sore begini belum sampai 2000 janur yang laku. Saya ragu bisa selaris kemarin,” ujarnya.

Masih di suasana lebaran ini, Sarminah berencana berjualan hingga Minggu (9/6/2019). Ia biasa berjualan selepas subuh sampai pukul 21.00 malam. Selain di musim lebaran, rutinitasnya sehari-hari ialah bertani. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *