Pengelola Perpustakaan Desa dan Sekolah Diajak Jelajah Literasi

oleh -351 views

Seputarmuria.com, REMBANG –  Dalam rangka meningkatkan standar layanan perpustakaan serta meningkatkan indeks minat baca di Kabupaten Rembang, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Rembang menggelar jelajah literasi, 27 dan 28 November 2019. 

Kegiatan yang menyasar perpustakaan nasional (Perpusnas) di Jakarta itu menggandeng pengelola perpustakaan kecamatan, pengelola perpustakaan desa dan pengelola perpustakaan sekolah dari 14 kecamatan. 

Sekretaris Dinarpus Kabupaten Rembang, Winaryu Kutsiyah di sela-sela kegiatan mengatakan dilakukannya jelajah literasi agar pengelola perpustakaan dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dari perpusnas sehingga perpustakaan yang dikelolanya dapat berkembang dengan baik. 

“Tujuannya agar mereka lebih mencintai dan mengembangkan perpustakaan yang ada di tempat mereka masing-masing. Harapan kami setelah melihat perpustakaan nasional dari penataan buku supaya menarik dan lain sebagainya bisa ditindaklanjuti di tempat mereka masing-masing,” imbuhnya.

Winaryu menjelaskan kegiatan jelajah literasi merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya yaitu jelajah literasi ke sekolah- sekolah dan desa di 14 kecamatan.

Ia mengharapkan melalui jelajah literasi ini ke depan di kantor kecamatan ada perpustakaannya, sehingga ketika pemohon administrasi kependudukan antri di loket bisa membaca buku yang ada sehingga bertambah pengetahuannya.

Di gedung dengan 24 lantai itu peserta jelajah Literasi juga membuat kartu keanggotaan Perpusnas yang bisa dimanfaatkan untuk mengakses e-pusnas.

Fasilitas lengkap yang adapun membuat takjub para rombongan, pasalnya perpustakaan tertinggi didunia itu terdapat ruangan khusus disabilitas, anak- anak, ruang audio visual, koleksi film, ruangan nonton bareng film, koleksi koran tempo dulu, buku- buku langka hingga tempat diskusi yang sangat gaul sehingga nyaman untuk anak muda.

Dini Fahriati Pengelola Perpustakaan Desa Sedan mengaku terbuka mindsetnya bahwa memang perpustakaan bisa menjadi wadah atau fasilitasi banyak kegiatan. Tak hanya buku saja, tetapi kemajuan teknologi dan kenyamanan harus diterapkan sehingga dapat menjadi magnet semua kalangan termasuk anak muda untuk senang berkunjung.

“Sangat menginspirasi untuk perpusdes, kegiatan di perpus tak hanya masalah membaca saja tapi bisa untuk kegiatan yang melibatkan masyarakat. Selain teknologi , kenyamanan perpustakaan untuk anak muda seperti di perpusnas juga bisa diterapkan di perpusdes, ” pungkasnya. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *