Pemkab Pati Melalui Disnaker Memfasilitasi Lulusan SMK Agar Segera Dapat Kerja

oleh -234 views

Wabup Saiful Arifin ketika menjadi narasumber

Seputarmuria.com, PATI – Sabtu (6/7/2019), digelar sosialisasi model pembelajaran teaching factory dilaksanakan di SMK Kesuma Kecamatan Margoyoso. Wakil Bupati Saiful Arifin terpilih menjadi narasumber, mewakili Pemerintah Kabupaten Pati.

Wakil Bupati berkesempatan membagikan pengalamannya sebagai pengusaha (enterpreneur) guna memberikan paparan maupun kiat khusus agar model pembelajaran teaching factory bisa berjalan dengan baik.

Hadir pula Suharto selaku Pengawas pembina Korwil III Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

Safin menyampaikan, untuk kebutuhan tenaga kerja dalam pasar industri di Indonesia, lulusan SMK saat ini menjadi tulang punggung. Sebab, dengan sistem prosentase pelajaran praktek yang lebih besar daripada pelajaran teori, merupakan jaminan bahwa setelah lulus sekolah pasti akan bisa bekerja.

Wabup mengungkapkan, kerja sama SMK dengan banyak industri dalam proses pembelajaran, bertujuan ketika sudah lulus sekolah, para siswa telah mempunyai skill dan keahlian tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan.

“Tenaga kerja yang sudah mempunyai skill dan keahlian lebih disukai dan diterima perusahaan, daripada menerima tenaga kerja yang masih harus membutuhkan massa training,” tegas Safin.

Safin menambahkan, Pemkab Pati melalui Dinas Ketenagakerjaan telah memfasilitasi agar lulusan SMK dapat segera mendapatkan pekerjaan. Untuk itu ia berharap terjalinnya hubungan maupun kerja sama antara Dinas Ketenagakerjaan dengan sekolah.

“Atas promosi investasi di Kabupaten Pati yang sering saya lakukan ini, Alhamdulillah tahun depan akan ada industri besar berdiri di Pati dan secara otomatis akan menyerap banyak tenaga kerja. Kurang lebih 5000 – 10.000 tenaga kerja akan dibutuhkan. Ini tentu bisa memberi satu gambaran bahwa lulusan SMK mampu bekerja sesuai ketrampilan dan keahliannya,”pungkasnya.

Wakil dari Korwil III Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, Suharto menjelaskan, pembelajaran Teaching Factory merupakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMK berbasis produksi maupun jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *