Pembangunan di Desa Dapat Terhambat Bila Terjadi Gesekan

oleh -287 views

Seputarmuria.com, PATI – Wakil Bupati Pati Saiful Arifin mengatakan bahwa pilkades ini seyogyanya merupakan rutinitas biasa 6 tahunan. Apabila terjadi persaingan, gesekan dan seterusnya selama kurang lebih 2 bulan kemarin, itu bisa dimaklumi.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Saiful Arifin saat melakukan monitoring pilkades hari ketiga yang tertuju ke Desa Baturejo, Desa Kedungwinong dan Desa Tambakromo, Kamis (19/12/2019).

“Gesekan, persaingan itu hal yang biasa. Namun yang terpenting, besok ketika pemungutan suara, siapapun yang jadi itulah yang menjadi pemimpin masing – masing desa”, ujarnya.

Saiful Arifin menegaskan bahwa ketika usai pemungutan suara dan muncul nama kades terpilih, maka harus saling menghargai. Yang kalah menghargai yang menang, yang menang jangan sombong dan mengolok – olok yang kalah.

“Intinya adalah setelah terselenggaranya pilkades besok, semua pihak dapat bersatu. Terpenting ialah bagaimana bersama – sama dapat membangun desa menjadi lebih baik lagi”, imbuhnya.

Menurut Saiful Arifin, pembangunan desa tidak akan berjalan dengan baik apabila masih terjadi gesekan. Selain itu, kegotong royongan masyarakat harus tetap terjaga, jangan ada perselisihan.

“Mari setelah sabtu besok, siapapun yang terpilih itulah yang terbaik. Mari kita sama – sama membangun desa untuk lebih baik lagi. Tidak usah ada permusuhan”, ajaknya.

Setelah bertanding selesai, lanjut Saiful Arifin, maka sudah seharusnya untuk bersanding. Semua pihak harus siap kalah dan harus siap menang.

“Pembangunan tidak dapat berjalan dengan baik apabila belum tercipta keguyuban”, pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto mengatakan bahwa panitia pilkades harus netral, tidak boleh ikut sana ikut sini. Harus melayani semuanya, tidak boleh salah satu cakades saja.

“Cakades punya peran penuh, harus siap kalah dan siap menang. Jangan hanya siap menang saja. Terlebih menempuh dengan cara – cara kotor. Bisanya sekarang berdoa”, ujarnya.

Bupati pun menekankan bahwa semua komponen harus bisa mengendalikan diri. Dan melaksanakan tugas sesuai dengan tupoksi nya demi kondusifitas pilkades serentak. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *