Pegunungan Kendeng Direncanakan Jadi Destinasi Wisata

oleh -396 views

Seputarmuria.com, PATI – Sekretaris Daerah Kabupaten Pati Suharyono berpendapat, Kondisi Pegunungan Kendeng yang gundul menjadi satu di antara penyebab kerap terjadinya banjir bandang di wilayah Kayen dan Sukolilo.

Hal ini menjelaskan bahwa minimnya tanaman yang dapat menahan air hujan di Kendeng, begitu terjadi hujan lebat, air langsung meluap dan turun ke daerah di bawahnya. Akibatnya, terjadi banjir bandang yang menimbulkan banyak kerugian di wilayah itu.

Hal tersebut disampaikan Suharyono dalam forum Rapat Persiapan Revitalisasi Kawasan Kendeng yang diadakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah di Aula Hotel New Merdeka Pati, Senin (2/12/2019).

Ia memaparkan sejumlah langkah strategis yang perlu diambil untuk menyelamatkan Pegunungan Kendeng.

Diantaranya ialah penghijauan. Terutama penanaman pohon-pohon yang bisa menahan air hujan.

Ia menyebut, untuk penanganan awal penghijauan wilayah seluas 1.400 hektar, diperlukan sekira 3 juta pohon.

“Jika di revitalisasi, kita tanam di musim penghujan ini, insyaallah nanti akan bisa tumbuh. Karena dulunya juga cukup hijau,” ujarnya.

Suharyono menyorot tentang beberapa aktivitas penambangan liar di Kendeng. Ia menegaskan, para penambang liar yang merusak lingkungan tersebut harus ditertibkan.

“Maka kami mohon kepada Kalakhar BPBD Provinsi Jawa Tengah, nanti bisa disampaikan kepada Dinas ESDM Provinsi untuk bisa menertibkan hal itu,” ungkapnya.

Sedangkan terkait adanya pro-kontra pendirian pabrik semen di wilayah Kendeng, ia menegaskan bahwa, kewenangan perizinan pabrik semen kini ialah di pemerintah provinsi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Provinsi Jawa Tengah Sudaryanto mengatakan, dari luas lahan 12.900 hektar Pegunungan Kendeng, 5 ribu hektar di antaranya dalam kondisi kritis.

Di tahun ini, lahan 1.400 hektar di wilayah Kendeng Utara akan dihijaukan.

“Bersama Bapak Doni Monardo (Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana-red.), kami sudah lihat dari helikopter. Memang kondisinya sangat gundul. Karena itu Pak Doni meminta untuk segera ditangani,” imbuhnya.

Mengambil tema “Mewujudkan Kawasan Kendeng yang Makmur dan Ijo Royo-Royo”, lanjutnya, akan dilaksanakan program penghijauan yang juga secara ekonomis memberi kesejahteraan pada masyarakat setempat.

“Terpenting, kita mikirnya bukan cuma hari ini makan apa, melainkan generasi kita berikutnya itu harus bagaimana,” ucapnya.

Dengan penghijauan, lanjut Sudaryanto, sedikit demi sedikit bencana banjir akan teratasi.

“Jika alam kita jaga, alam juga akan menjaga kita,” tegasnya.

Ia pun menambahkan, dalam program penyelamatan Pegunungan Kendeng, pihaknya juga merencanakan agar kawasan kendeng menjadi tujuan wisata, baik itu wisata alam, agrowisata, maupun wisata religi.

“Nanti ada destinasi wisata yang sangat menarik. Ketika orang mau kemping di sana bisa. Mau naik kuda bisa. Jalan-jalan kaki sampai ke puncak dan kembali lagi bisa. Memang kita punya rencana yang luar biasa. Sehingga kami mohon dukungan dari masyarakat Pati, pejabat setempat, dan pers untuk mendorong penyelamatan Kendeng,” ujarnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *