Peduli Nenek Ngasni, Anggota DPR RI dan Pemdes Kedalon Titipkan di Panti Jompo

oleh

Seputarmuria.com, PATI – Kehidupan seorang nenek di Desa Kedalon Kecamatan Batangan, mengundang keprihatinan dan iba warga masyarakat dan tetangga di sekitarnya. Hidup nenek yang sebatang kara ini memprihatinkan meski di masa mudanya berkecukupan.

Adalah nenek Ngasni warga Dukuh Klumpit RT 2/RW 3 Desa Kedalon Kecamatan Batangan yang mengundang rasa iba dan prihatin warga masyarakat, bahkan pemdes setempat dan anggota DPR RI putra daerah setempat. Nenek yang awalnya hidup berkecukupan semasa suaminya masih hidup itu, kini semakin nelangsa, dan butuh bantuan. Apalagi semua harta benda beserta tanah rumahnya sudah dijual secara perlahan untuk biaya hidupnya.

Kades Kedalon Kecamatan Batangan Hartatik mengatakan, selaku orang yang dituakan di desa, dia merasa kasihan dengan kehidupan Nenek Ngasni yang tinggal di rumah dan tanah miliknya yang sudah dijual ke pada orang yang merawatnya sampai sekarang.

“Memang pembeli atau pemilik rumah dan tanah yang sekarang mengizinkan nenek Ngasni tinggal di situ dan merawatnya seumur hidupnya. Agar tidak menjadi beban masyarakat sekitar, Alhamdulillah saya telah melakuan pendekatan dengan yang bersangkutan. Dan kesepakatan perangkat desa dan warga masyarakat menyerahkan yang bersangkutan untuk dirawat di panti jompo di Rembang,” jelasnya.

Hartatik menuturkan, selama ini yang merawat Nenek Ngasni yang membeli rumah tanahnya, karena diberi harga murah, dan sepakat untuk merawat sampai meninggal. Dan ini sebetulnya sudah lama. Dan saat dia memimpin pemerintah desa, dia mengajak perangkat desa dan warga sekitar untuk berbuat sesuatu.

“Akhirnya disepakati, untuk menitipkan nenek Ngasni ini ke panti jompo. Dan pemdes bersedia memakamkan Nenek Ngasni ini di tempat leluhurnya di Dukuh Klumpit Desa Kedalon, bila suatu saat nanti meninggal dunia”, jelasnya.

Karena tidak ada lagi yang merawat dan memperhatikannya, atas inisiatif pemdes setempat dengan menggandeng anggota DPR RI, nenek yang sudah jatuh miskin itu dikirim ke panti jompo, agar kehidupan dan kesehatannya lebih baik.

Ibarat gayung bersambut, upaya pemerintah desa mendapat respon Anggota DPR RI Firman Soebagyo yang asli putra daerah Desa Kedalon. Firman Soebagyo berharap, pemerintah desa dan warga Desa Kedalon harus tetap bertanggung jawab dan memperhatikan kehidupan dan kesehatan Nenek Ngasni selama ada di panti jompo.

“Toh seandainya suatu saat nanti, karena manusia itu akan mengalami kematian, saya minta kepala desa harus siap mengambil jenazah atau jasadnya almarhumah untuk dikebumikan di desanya kembali supaya bisa berkumpul dengan leluhurnya. Ini memang persoalan lama yang sudah terjadi, dan kami pun baru mengetahui hal ini baru kali ini,” katanya.

Dia meminta, agar kasus nenek Ngasni jangan ada pihak-pihak yang mempolitisasi, tapi menjadikan hal ini sebuah pembelajaran, karena kasus seperti ini kemungkinan juga ada di desa-desa atau daerah – daerah lain.

Firman Soebagyo yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar berjanji saat reses mendatang akan menjenguk keberadaan nenek Ngasni di Panti Jompo Rembang. (Er)

Point of Sales Lengkap
Catatan pembayaran Anda berantakan?
Aplikasi kasir Boskasir menyederhanakan proses penjualan usaha Anda dan mengelola transaksi lebih efisien.

All Device All Platform
Spesifikasi apa saja yang dibutuhkan ?
Minimal RAM 4GB, Spesifikasi lainnya bebas. Support semua OS : Windows, Linux, Android, IOS, Mac OS, Dll. Support Semua Device : PC, Laptop, HP, Tab, Dll.

Kami juga menyediakan jasa input data barang, sangat memudahkan owner bisnis. KLIK www.boskasir.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *