Pati Smart City Masih Butuh Pembenahan Secara Optimal

oleh -882 views

Seputarmuria.com, PATI – Wakil Bupati Pati Saiful Arifin berpendapat bahwa smart city tidak hanya soal teknologi tinggi. Baginya, teknologi hanya bagian dari cara mewujudkan smart city.

“Terpenting adalah memberdayakan seluruh komponen yang ada demi memudahkan pelayanan pada masyarakat,” ujarnya.

Hal tersebut Safin sampaikan usai memimpin Rapat Koordinasi Penilaian Kematangan Quickwins dalam Keikutsertaan Conference & Expo Gerakan Menuju 100 Smartcity di Ruang Rapat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pati, Kamis (5/9/2019).

“melalui rapat ini lah kami berupaya menyamakan persepsi seluruh OPD, instansi, dan teman-teman Kominfo menganai bagaimana smart city itu. Smart city tidak mesti teknologi yang wow. Yang penting smart pelayanan, pengetahuan. Jangan sampai kita menggunakan teknologi yang terlalu tinggi, tetapi pelayanan kita secara administratif, regulasi, dan implementasi belum berjalan dengan baik,” tegasnya.

Safin menyebut, masih banyak hal yang mesti dibenahi untuk mewujudkan Pati Smart City secara optimal. Ia mengimbau segenap OPD untuk tidak terpaku pada budget terkait pembenahan.

“Memang bujet kita tidak banyak. Sebab PAD kita juga tidak sebanyak beberapa daerah lain seperti Banyuwangi, Jakarta, dan Surabaya. Tapi ini seharusnya bukan jadi halangan. Kita tidak meski berpikir bujet besar. Biaya kecil, hasilnya besar, itulah yang namanya smart,” tegasnya.

Sebagai informasi, sebagaimana disampaikan Kabid E-Government Diskominfo Pati Luky Pratugas, rapat ini sejatinya guna mempersiapkan diri mengikuti Ekspo dan Konferensi Smart City di BSD City Tangerang, 4-6 November 2019 mendatang.

Dalam ajang tersebut, Kabupaten Pati akan mengikutsertakan empat quickwins yang dinilai paling baik dan matang.

Quickwin sendiri berarti program cepat capai. Artinya, program yang bisa diimplementasikan dalam waktu relatif singkat, antara satu hingga dua bulan. Beberapa quickwin yang ada di Pati antara lain Satrio Pasar (Disdagperin), Sipipa (Dislautkan), dan Pregnancy Tools (Puskesmas Cluwak).

Rapat tersebut merupakan bagian dari proses untuk menilai Quickwin dari masing-masing OPD. Kemudian dipilih empat di antaranya yang terbaik untuk diikutkan dalam ajang di BSD City Tangerang.

Namun, bagi Safin, tidak ada target khusus untuk meraih juara atau penghargaan dalam ajang tersebut.

“Seluruh stakeholder yang ada di sini yang penting sinkro. Penilaian, hadiah, dan juara itu penting. Namun yang terpenting ialah meningkatkan pelayanan pada masyarakat. Kalau dapat juara tapi keberlangsungan sistem tidak berjalan, itu juga tidak baik,” pungkas Safin. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *