Pati, Kabupaten Pertama Yang Serahkan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah

oleh -516 views

Seputarmuria.com, PATI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati menggelar acara Seminar Nasional yang bertempat di Pendopo Kabupaten Pati, Minggu (4/8/2019).

Tema yang diambil dalam seminar tersebut yaitu, Pemajuan Kebudayaan Kabupaten Pati Berkontribusi Memperkuat Persatuan Indonesia ini dihadiri oleh guru seni dan budaya, seniman serta unsur – unsur terkait dengan total 100 orang.

Kepala Disdikbud Pati, Winarto mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini ialah untuk membangun dan mempererat rasa solidaritas antar umat beragama dan etnis. Lalu untuk meningkatkan kelestarian budaya, adat istiadat dan nilai – nilai budaya.

“Kemudian, memberikan peningkatan pelaksanaan pembangunan terhadap kebudayaan daerah yang mengedepankan identitas daerah yang harus dipahami serta dipertahankan”, ujarnya.

Demi kualitas acara seminar nasional, Winarto menyebut telah menghadirkan narasumber dari unsur praktisi maupun akademisi. Yaitu, Bupati Pati Haryanto, Direktur Warisan Budaya dan Diplomasi dari Dirjen Kementrian Pendidikan dan Kebudayan RI, Dosen Unnes, Dosen ISI Surakarta serta Gabungan Asosiasi Antropologi Indonesia.

“Semoga dengan digelarnya seminar nasional ini, bisa memberikan ilmu, bisa memberikan bekal kepada kita, bagaimana kita sebagai masyarakat Pati mampu melihat bahwa budaya di Kabupaten Pati itu penting. Bahwa budaya yang dibawa oleh para leluhur kita itu adalah mulia”, pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto yang juga selaku narasumber dalam acara tersebut mengatakan di Kabupaten Pati terdapat 401 desa dan 5 kelurahan memiliki budaya yang banyak sekali.

“Ada sekian ribu budaya di Indonesia merupakan salah satu faktor penyebab sulitnya mematahkan persatuan di negara kita. Berbeda – beda tetapi kita saling menghormati. Justru yang mengkhawatirkan adalah apabila budaya kita diaku – akui oleh negara lain”, ujarnya.

Bupati merasa iba manakala warisan seni dan budaya tidak benar – benar dicintai dan dikembangkan oleh generasi penerus, namun justru diadopsi oleh bangsa lain. Apabila masyarakat tidak benar – benar menjaga dan mempertahankan budaya sendiri, cenderung biasa saja bahkan lebih tertarik budaya lain, maka bukan hal yang mustahil jika budaya di Indonesia semakin menghilang.

“Saya begitu merespon baik seminar ini. Dan saya berharap bahwa tidak hanya berhenti di seminar ini saja. Namun para pemerhati maupun para pelaku budaya – budaya ini dapat terus berkembang”, harapnya.

Tak hanya itu, Bupati meyakini bahwa dengan ditempatkannya acara seminar nasional di Pendopo, akan menambah semangat para pelaku dan pegiat seni di Kabupaten Pati.

Direktur Warisan Budaya dan Diplomasi Dirjen Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Nadjamuddin Ramly mengatakan bahwa Kabupaten Pati termasuk dalam 16 besar Kabupaten / Kota yang terpilih menjadi mitra dari Direktorat Warisan Budaya dan Diplomasi.

“Sebab Kabupaten Pati, merupakan Kabupaten pertama yang menyerahkan pokok – pokok pikiran kebudayaan daerah”, ujarnya.

Ia menyebut bahwa pokok – pokok pikiran kebudayaan daerah itulah, yang merupakan semangat dari bawah, dan dirumuskan dalam kongres kebudayaan Indonesia di bulan Desember tahun 2018 yang lalu.

“dari kongres tersebut, maka lahirlah 3 keputusan penting yaitu, strategi kebudayaan Indonesia, rencana induk kemajuan kebudayaan serta 7 resolusi kebudayaan Indonesia”, pungkasnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *