Natal 2019, Jemaat Diajak Agar Bersahabat Bagi Semua Orang

oleh -577 views

Seputarmuria.com, PATI – Lebih dari seribu jemaat kristiani memadati Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) Pati untuk beribadah serta merayakan Hari Natal, Rabu (25/12/2019).

Tema yang diusung tahun 2019 ini diambil dari Injil Yohanes pasal 15 ayat 14 dan 15 yakni “Jadilah Sahabat Bagi Semua Orang”. Sedangkan sub tema yang diusung di GITJ Pati ialah “Hendaklah Kita Menjadi Sahabat Allah, Bukan Menjadi Sahabat Dunia”.

“Tema ini diambil dengan melihat kondisi toleransi umat beragama yang sedikit terganggu oleh simbol – simbol maupun ideologi yang dianggap tidak selaras. Namun, di tengah kondisi yang demikian, kami umat Kristiani dan Katholik diminta untuk menjadi sahabat”, ujar Pdt. Andriyan.

Serta untuk menjadi teman, rekan, serta rekan sekerja, lanjut dia, hal tersebut dilakukan agar kerukunan umat beragama di negara ini bisa terus terjaga.

“Sedangkan untuk sub tema menjadi sahabat Allah bukan menjadi sahabat dunia di GITJ ini, lantaran selama ini apabila kita berusaha bersahabat dengan saudara yang terjerumus dalam hal negatif untuk menggandengnya ke arah yang lebih baik, justru kita ikut terjerumus dan terperangkap di dunia mereka”, paparnya.

Menurutnya, ketika berusaha mengajak dan mempengaruhi mereka ke hal – hal yang lebih baik, justru malah sebaliknya. Sehingga hal tersebut, malah menjadikan umat Kristiani maupun Katholik sebagai musuh Allah.

“Seperti yang tertulis pada Yaqobus 4 ayat 4, bahwa apabila kamu menjadi sahabat dunia ini, kamu menjadikan dirimu musuh Allah. Maka bila kita menjadi serupa dengan dunia, saat itu juga menjadikan diri sebagai musuh Allah”, tegasnya.

Sedangkan untuk prosesi penyalaan lilin, dilakukan oleh 11 kelompok persekutuan doa yang ada di GITJ tersebut. Adapun 11 kelompok persekutuan doa itu, terbagi di wilayah – wilayah atau domisili.

“Itu ada 11, lalu pendeta, pembantu pendeta, ketua umum majelis, lalu mewakili sekolah minggu, remaja, mewakili pemuda serta mewakili jemaat yang lansia. Maksud penyalaan lilin bersama – sama tersebut sebagai bentuk kesamaan hati. Juga sebagai bentuk kebersamaan serta bergandengan tangan untuk memajukan jemaat – jemaat di Kabupaten Pati”, paparnya.

Ia berpesan kepada seluruh jemaat khususnya di Kabupaten Pati, sebagai pendeta dan pemimpin jemaat di GITJ ini, kepada seluruh umat Kristiani dan anak – anak Tuhan dimanapun berada, agar dapat menjadikan diri sendiri sebagai sahabat bagi orang lain, tanpa harus menjadi musuh Allah.

Terkait rangkaian menyambut Hari Natal ini, ia menyebut bahwa telah digelar sejumlah kegiatan bakti sosial kepada masyarakat. Yaitu pembagian sembako kepada para tukang becak, fakir miskin di sekitar gereja. Juga pada jemaat yang kurang mampu maupun yang sedang sakit. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *