Miliki Potensi, Agro Wisata Jollong Dapat Perhatian Khusus dari Provinsi

oleh -608 views

Sekda Provinsi Jateng Sri Puryono ketika diwawancari awak media, Kamis (25/7/2019).

Seputarmuria.com, PATI – Berpotensi menjadi pariwisata yang besar, Agro Wisata Jollong mendapat perhatian khusus dari pemerintah provinsi Jawa Tengah.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono usai pelaksanaan Upacara Pembukaan Jambore Satpol PP Ke-IX Tingkat Provinsi Jawa Tengah di lapangan kompleks Wisata Agro Jollong, Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Kamis (25/7/2019).

“Potensi wisata Jollong bagus. Di sini ada tanaman komoditas khas, yaitu kopi jollong. Ada juga jeruk pamelo dan buah naga. Jeruk keprok pun tengah dikembangkan,” ujarnya.

Puryono berharap PTPN IX sebagai pengelola Wisata Agro Jollong senantiasa mengelola potensi wisata yang ada untuk memajukan masyarakat.

“Wisata Jollong ini dikelola BUMN, tapi wilayahnya masuk Kabupaten Pati. Karena itu saya minta pengelola tidak hanya mengutamakan keuntungan perusahaan. Sekarang ini, pariwisata jadi primadona untuk mensejahterakan masyarakat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” paparnya.

Demi mengembangkan Wisata Agro Jollong, lanjut Puryono, Pemprov Jateng berkomitmen memberikan bantuan keuangan kepada Pemkab Pati untuk pengembangan infrastruktur pariwisata Jollong.

“Utamanya, kami mendukung inisiatif Bupati Pati Haryanto untuk membuat jalur keluar-masuk khusus. Jalan menuju ke sini agak sempit, kendaraan berpapasan jadi sulit. Kalau dibuat lebar 8 meter jelas tidak mungkin, karena langsung bersinggungan dengan jurang yang terjal. Maka, atas inisiasi Bupati, dibuatkan jalan tembus satu arah,” jelasnya.

Puryono menegaskan, jalur akses yang proses pengerjaannya tersisa 3 kilometer tersebut, menjadi perhatian khusus Pemprov Jateng.

“In syaa Allah jadi perhatian kami. Mudah-mudahan kami bisa membantu secepatnya,” tandasnya.

Menanggapi pernyataan Sri Puryono, Bupati Haryanto membenarkan bahwa pihaknya memang tengah membuat akses satu arah khusus untuk keluar-masuk area Wisata Agro Jollong.

“program ini dianggarkan dari APBD 2019 perubahan dan APBD 2020. In syaa Allah segera selesai,” ungkapnya.

Haryanto menjelaskan, embrio jalan yang dimaksud sudah ada. Oleh karena itu, pihaknya tidak perlu membuat jalan baru.

“Jalur masuknya lewat Desa Ketanggan. Sedangkan keluat lewat Pohgading. Jadi, setelah jalur ini aktif, kendaraan tidak akan berpapasan di jalan,” paparnya.

Guna meningkatkan perekonomian masyarakat, Haryanto mengatakan, pihaknya senantiasa memfasilitasi masyarakat dan wisatawan di Jollong.

“apabila dinilai dari bagi hasil pengelola dengan Pemda, nilainya tidak seberapa. Yang penting, tujuan utama kami ialah masyarakat Pati tidak perlu jauh-jauh cari tempat wisata di luar daerah. Bahkan wisatawan dari luar daerah yang datang ke sini,” tandasnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *