Mertua dan Menantu Terbakar Parah saat Lerai Cek-cok Rumah Tangga sang Anak

oleh -299 views

Korban luka bakar saat dibawa ke RSU dr. R. Soetrasno Rembang

Seputarmuria.com, REMBANG – Nasib nahas menimpa Sarmin (54) warga Dukuh Ngampel RT 3 RW 1 Desa Karas Kecamatan Sedan. Pasalnya, pria yang bekerja sebagai petani ini mengalami luka bakar serius di rumahnya sendiri, Kamis (25/7) malam sekitar jam 19.00 WIB.

Tak hanya Sarmin, Roggib (32) sang menantu pun terbakar. Diduga insiden itu karena ulah dari Roggib yang memang dengan sengaja membakar pakaian sang istri Wafikhatus Aslamiah (27) saat cek-cok berlangsung.

Dari informasi yang dihimpun, sebelum mengalami luka bakar parah, Sarmin sempat melihat putrinya itu lari ke luar rumah. 

Melihat situasi tersebut, Sarmin sontak masuk ke dalam rumah. Alih-alih ingin melerai sembari menyelamatkan pakaian putrinya yang terbakar dengan cara merebut sisa bensin yang masih dipegang Roggib, justru mereka berdua ikut terbakar hingga gosong dan parah lantaran tersulut api dari tumpahan bensin yang ada di lantai.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Sedan Iptu Rohmad mengungkapkan bahwa kejadian itu bermula dari pertikaian rumah tangga antara Wafikhatus dan Roggib.

“Cek-cok itu antara pasangan suami istri Raggib dan Wafikhatus. Saat itu Wafi putrinya Pak Sarmin ke luar rumah. Lalu si Sarmin masuk ke dalam rumah untuk merebut sisa bensin. Akan tetapi bensin itu tumpah ke lantai dan tersulut api hingga membakar mereka berdua,”urainya.

Dari kejadian itu, Sarmin dan Roggib dilarikan ke RSU dr. R. Soetrasno Rembang. Selain itu dari hasil penanganan tim medis, Sarmin di rujuk ke rumah sakit Semarang.

“Hasil penanganan tim medis rumah sakit, Sarmin mengalami luka bakar 80 persen, sedangkan Roggib luka bakar 70an persen. Dan untuk Sarmin telah dirujuk ke rumah sakit Semarang,”paparnya.

Kemudian, saat ditanya mengenai dugaan sementara terkiat kasus itu, pihak kepolisian masih mendalami hal tersebut.

“Untuk saat ini masih kita dalami dan masih dalam pengembangan,”pungkas dia.

Sementara itu, Istri Sarmin, Khamidah mengaku jika permasalahan itu datang karena sikap Roggib yang kerap melakukan kekerasan kepada putrinya selama bertahun-tahun.

“Memang Roggib itu suka mukul, kasar sehingga Wafikhatus sudah tidak suka lagi. Bahkan ingin pisah,”paparnya.

Tak hanya itu, detik-detik insiden itupun terjadi pada Kamis (25/7) siang. Hanya saja, Wafikhatus masih menolak untuk diajak pulang ke rumahnya sendiri yang ,asih berdekatan dengan rumah Sarmin.

“Sebelum kejadian (bakar pakaian) ini sudah bertengkar di siang harinya. Namun Anak saya (Wafikhatus) tak mau diajak pulang. Dan saya pun melarangnya untuk pulang ke rumah. Takutnya nanti dibunuh atau diapa-apakan gitu. Malah malamnya cek-cok lagi dan terjadi ini,”bebernya. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *