Masih Jadi Momok, Kasus TB Anak di Pati Meningkat Drastis

oleh -173 views

Seputarmuria.com, PATI – Kasus Tuberkulosis (TB) pada anak hingga per bulan November 2023 dilaporkan meningkat. Temuan kasus per 31 Oktober 2023 ada sebanyak 476 kasus dari target temuan sebanyak 233 kasus.

Berdasarkan data yang naik drastis itu, sebab tingginya kasus TB pada anak mengindikasikan tingginya kasus pada orang dewasa karena anak pastinya tertular dari orang dewasa.

Kordinator Program TBC SSR Mentari Sehat Indonesia Kabupaten Pati Yasir Al Imron mengungkapkan, kasus TB anak memang menjadi isu utama. Karena itu saat ini pemberian Terapi Pencegahan TBC (TPT) kepada anak menjadi prioritas.

“Temuan kasus yang tinggi ini seiring dengan kegiatan screening dan penjaringan kasus TBC yang cukup gencar dilakukan. TB anak memang menjadi isu utama, saat ini pemberian TPT kepada anak lebih dikencengi lagi,” ungkapnya.

Tahun 2023 ini ada 65 pasien yang sudah terlacak mangkir konsumsi obat ada 22 pasien bersedia berobat kembali, 16 pasien menolak dan 20 pasien dilaporkan meninggal dunia.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Aviani Tritanti Venusia mengungkapkan, tingginya temuan kasus TB pada anak karena gencarnya kegiatan untuk penemuan kasus dari target yang telah ditetapkan.

Aviani juga menilai, selain itu banyaknya dokter anak yang aktif juga mendorong temuan kasus yang tinggi.

“Target temuan kasus cukup tinggi, realisasinya sampai 200 persen lebih. Ini menjadi perhatian, anak ini pastinya tertular dari orang dewasa,” paparnya.

“Banyak faktor risikonya, karena itu harus ada peran orang tua seperti memperhatikan asupan gizi anak, supaya daya tahan tubuh anak mampu melawan bakteri. Termasuk, kurangnya paparan sinar matahari”, tegasnya.

Ia menyebut, jendela kalau pagi dibuka semua. Hal ini agar sinar matahari masuk, bakteri TB ini mati terkena sinar matahari,” imbuhnya.

Untuk diketahui dalam 2 tahun terakhir kasus TB pada anak mengalami trend kenaikan. Tahun 2022 dari target temuan 233 kasus ditemukan 389 kasus atau 166,9 persen. Pada tahun 2023 target temuan kasus 233 dan capaian temuan kasusnya 476 kasus atau 204,3 persen. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *