Manfaat Laporan Keuangan bagi Pelaku UMKM

oleh -623 views

Seputarmuria.com, PATI – Penyusunan laporan keuangan merupakan hal penting bagi para pelaku usaha, termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, masih cukup banyak pelaku UMKM, terutama pemula, yang belum memahami prosedur pencatatan keuangan secara tertib.

Hal tersebut disampaikan Sri Mulyani, Dosen Prodi Akuntansi Universitas Muria Kudus, usai memberi pelatihan akuntansi kepada 30 pelaku UMKM Klaster Kopi Kabupaten Pati di Aula Dinas Koperasi dan UMKM (Dinkop UMKM) Kabupaten Pati, Rabu (9/10/2019).

Pelatihan bertajuk “Pengembangan Klaster Bisnis” tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 8 hingga 10 Oktober 2019.

“Saya awali pelatihan dengan menjelaskan materi berkaitan dengan biaya produksi, yakni bagaimana menentukan harga jual. Ternyata, para pelaku UMKM yang mengikuti pelatihan ini belum bisa menghitung harga pokok produksi sampai menentukan harga jual. Sehingga, ketika menentukan harga jual, mereka masih memakai ilmu kira-kira,” ucap Sri Mulyani.

Sri menyebut, dari 30 pelaku UMKM klaster kopi yang menjadi peserta, baru satu yang sudah melakukan pencatatan secara baik. Itu karena usahanya sudah tergolong cukup besar dibanding peserta lain, sehingga mampu mendatangkan akuntan dari luar untuk mencatat keuangan perusahaan.

“Kalau yang lain masih belum. Untuk menentukan harga saja mereka masih pakai perkiraan, melihat dari toko sebelah harganya berapa, lalu dia baru menentukan harga jual. Padahal harusnya tidak seperti itu. Harus tahu dulu harga pokok produksinya berapa,” ucap Sri.

Namun demikian, lanjut Sri, ia mengapresiasi para peserta yang punya semangat belajar tinggi. Ia menyebut, sejak hari pertama pelatihan, para peserta bersikap aktif dan antusias. Banyak yang bertanya terkait materi.

Sri menyebut, ada sejumlah materi yang di sampaikan dalam pelatihan yaitu penghitungan harga pokok produksi, penentuan harga jual, dan pencatatan keuangan perusahaan.

Utuk diketahui, materi pencatatan keuangan perusahaan dimulai dari pengumpulan bukti transaksi hingga penyusunan neraca saldo dan laporan keuangan.

“Sebab pada dasarnya para peserta belum pernah melakukan pencatatan keuangan ini, maka saya tidak memberikan materi secara kompleks. Cukup sederhana saja. Yang penting, setelah pelatihan pelaku UMKM klaster kopi bisa melakukan pencatatan,” jelasnya.

Sri menegaskan, penyusunan laporan keuangan usaha mempunyai sejumlah manfaat. Pertama, para pelaku usaha dapat mengenali keuangan usahanya sendiri. Kedua, bisa menganalisis aktivitas yang dilakukan di setiap periode, apakah untung atau rugi.

“Setelah itu, dia juga akan tahu, aset yang diterima dari periode ke periode ada peningkatan atau tidak,” jelasnya.

Salah satu peserta, Sastro Siswanto dari Karangtaruna Kecamatan Tlogowungu yang mengelola usaha pengolahan biji kopi bermerek “Kopi Mbah Ti” mengatakan, pelatihan ini sangat membantu menambah pengetahuan tentang manajemen keuangan.

“Terima kasih pada Dinkop UMKM yang telah memberi kesempatan kepada kami dari klaster kopi Pati untuk menambah pengetahuan dan pengalaman di bidang pencatatan keuangan,” ucapnya.

Meskipun Sastro mewakili Karang Taruna Tlogowungu yang mengelola usaha kopi untuk kepentingan organisasi dan sosial, ia tetap memandang pencatatan keuangan usaha sebagai hal penting.

“Selama ini, keuangan kami, tentang debit-kredit-saldo tetap kami tulis. Apalagi ini KUB (Kelompok Usaha Bersama) di mana semua anggota berinvestasi. Namun, di sini saya dapat banyak hal baru tentang pencatatan keuangan yang baik,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *