Mahasiswi Asal Pati Ini Temukan Bahan Pemutih Gigi Alami Ramah Lingkungan

oleh -654 views

Kencana bersama rekan timnya menunjukkan produk ‘Nothing’ nya

Seputarmuria.com, PATI – Gigi yang menguning tentu dianggap menganggu penampilan. Itulah sebabnya setiap orang harus melakukan sikat gigi minimal dua kali sehari.

Adapun kebiasaan – kebiasaan yang mampu menjadikan warna gigi kuning yaitu mengonsumsi kopi, teh, minuman bersoda, permen, dan rokok.

Yang disayangkan adalah, produk pasta gigi yang beredar di pasaran banyak mengandung senyawa kimia SLS (Sodium lauryl sulfat ). Yakni senyawa yang bersifat karsinogeonik. SLS mampu membuka celah antara mukosa di kulit dan sel dalam mulut, yang memungkinkan racun atau zat karsinogen masuk.

Hal itu disampaikan Kencana Ayudya Prabahandari (19), mahasiswi Prodi Biologi Universitas Diponegoro asal Pati, saat dikonfirmasi, Sabtu (6/7/2019).

“Tak hanya itu, banyak produk pasta gigi yang mengandung butiran biru atau microbeads. Padahal, hanya dengan satu kali pemakaiannya, produk semacam ini menyebabkan 100.000 partikelnya mengalir ke laut,” ujar dara asal Desa Sembaturagung, Kecamatan Jakenan ini.

Kencana menjelaskan, ukurannya yang sangat kecil membuat microbeads dapat menembus berbagai penyaringan air hingga bermuara ke sungai atau danau. Menurutnya, para peneliti sudah mulai melihat dampaknya sampai laut Arktik.

“Dampaknya, microbeads yang merupakan limbah partikel plastik dapat tertelan hewan laut dan menimbulkan pencemaran. Bila terjadi terus-menerus, dapat menimbulkan pencemaran dengan skala besar,” imbuhnya.

Atas bimbingan Dr Agus Subagio, Kencana beserta keempat rekannya menciptakan produk pemutih gigi alami dari charcoal (karbon aktif) melalui teknologi nanopartikel ramah lingkungan.

Keempat rekannya ialah Rizka Zakiyatul M. (22), Endah Sulistyoningrum R. (21), Lilik Tri Wahyuni(19), dan Zainal Arifin (20).

“Kami beri merek Nothing. Singkatan dari Nanoparticle Natural Charcoal Teeth Whitening. Produk yang kami kembangkan sejak tiga bulan lalu”, paparnya.

Sebagai produk pemutih gigi alami, lanjutnya, Nothing terbuat dari bahan pilihan yang aman dan ramah lingkungan.

Kencana menyampaikan, charcoal mampu menyerap kotoran sekaligus memutihkan gigi.

“Adapun teknologi nanopartikel dipilih karena teknologi tersebut sangat efisien bagi charcoal untuk meningkatkan daya serap kotoran, sehingga dalam waktu relatif singkat mampu menjadikan gigi lebih putih dan bersih”, katanya.

Bersama keempat rekannya, Kencana telah memproduksi bahkan memperdagangkan produk pemutih gigi ini. Sudah ratusan tube berhasil mereka jual.

“Baik secara daring (online) maupun luring (offline), kami jual dengan sistem pre – order” ujarnya.

Pada momen Car-Free Day dan event-event lainnya lah penjualan luring ini digencarkan. Adapun transaksi daring dilakukan melalui media sosial dan lokapasar (marketplace).

Ia mengatakan, bersama rekan-rekannya, produk ini dijual dengan harga cukup terjangkau. Yakni Rp 7 ribu untuk kemasan 20 gram, Rp 15 ribu untuk kemasan 50 gram, dan Rp 25 ribu untuk kemasan 100 gram.

Dari Kemenrisetekdikti melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) lah modal awal pembuatan produk ini mereka dapat.

“Modal awalnya sekira Rp 4 juta,” ungkapnya.

Kencana mengungkapkan, ia dan rekan-rekannya telah mengajukan berkas permohonan hak paten ke Kemenkumham. Selanjutnya, ia juga berencana untuk mendapatkan sertifikat BPOM. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *