Mahasiswa KKN UMK Diharapkan Fokus Pemberdayaan Masyarakat Desa

oleh -345 views

Seputarmuria.com, PATI – Bupati Pati Haryanto menyambut kedatangan 660 mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Pati. Seremoni penyambutan dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (31/7/2019), dihadiri pula oleh jajaran rektorat dan dosen pendamping KKN UMK.

Ini merupakan komitmen Pemkab, yang mana Bupati dan Rektor UMK telah menandatangani kerjasama dalam bidang Tridharma Perguruan Tinggi.

Kepala Bappeda Pati Pujo Winarno, KKN UMK dilaksanakan 31 Juli sampai 31 Agustus 2019. 660 mahasiswa akan ditempatkan di seluruh desa yang ada di Kecamatan Jaken dan Jakenan. 315 mahasiswa di Kecamatan Jaken dan 345 mahasiswa di Jakenan.

“Karena KKN ini bertepatan dengan dua momen besar yaitu Hari Jadi Pati dan Hari Kemerdekaan RI, diharapkan para mahasiswa untuk dapat menggerakkan masyarakat di desa tempatnya KKN untuk bersama – sama memeriahkan momen tersebut”, ujarnya.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto berpesan agar mengutamakan kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk mendukung program Pemkab Pati dalam mengentaskan kemiskinan.

“Tidak perlu program fisik. Karena waktu yang hanya satu bulan tentu tidak cukup. Bantu saja Pak Kades dalam pemberdayaan masyarakat. Bantu dalam pengelolaan pemberdayaan dan keuangan. In syaa Allah bermanfaat,” ungkap Haryanto.

Haryanto berharap, mahasiswa dapat membantu kepala desa dalam program pengentasan kemiskinan masing-masing. Ia menjelaskan, dirinya memang selama ini mengarahkan para Kades agar mengutamakan pengelolaan dana desa untuk program pemberdayaan masyarakat.

“Karena dana desa ini nilainya miliaran. Rata-rata desa mengelola lebih dari 1 miliar rupiah. Bahkan ada yang hampir 3 miliar, khususnya desa yang masuk kategori tertinggal. Kategori ini mendapat afirmasi nilai pembagian dana desa. Harapannya untuk memacu pengentasan kemiskinan agar lebih optimal,” paparnya.

Ia menekankan pada mahasiswa agar fokus membantu program pengentasan kemiskinan, sebab sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang ia canangkan, ia menargetkan angka kemiskinan turun ke angka 9 persen di akhir masa jabatannya.

“Alhamdulillah, dengan berbagai langkah yang kami lakukan, pada tahun kedua periode kedua periode kepemimpinan saya, angka kemiskinan sudah turun ke angka 9,9 persen. Dulu awal menjabat pada periode pertama, angka kemiskinan masih di atas 13 persen,” pungkasnya.

Haryanto menegaskan, penurunan angka kemiskinan memang cukup sulit. Bergantung pada beberapa variabel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *