Lestarikan Seni Budaya Melalui GSMS

oleh -708 views

Seputarmuria.com, PATI – Penerapan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) ada pada ekstrakurikuler di dalam sekolah. Diharapkan dalam ektrakurikuler yang di dalamnya terselip GSMS, para siswa maupun warga sekolah dapat menyerap langsung pengetahuan dan ketrampilan dari seniman.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Winarto saat memberikan sambutan dalam pembukaan acara Pementasan Gerakan Seniman Masuk Sekolah yang terlaksana dari tanggal 19 November sampai 23 November 2019 di Pusat Kuliner Pati.

“Antara pihak sekolah dan pihak seniman untuk bersinergi melaksanakan pelatihan seni budaya terhadap para generasi muda yang tidak lain adalah para siswa siswi yang belajar di sekolahnya”, ujarnya.

Selanjutnya dari pelaksanaan GSMS ini, lanjut Winarto, para siswa bisa mengerti tentang kesenian, paham, serta dapat mengapresiasi seni – seni sendiri maupun seni dari daerah lain.

“Selain itu, agar bisa menguri – uri, bisa menjaga dan mengembangkan budaya kita. Sebab sebagaimana yang kita ketahui bahwa budaya ada sejak dari zaman leluhur kita. Yang mana budaya tersebut, memiliki nilai – nilai tinggi. Oleh karena itu, sudah sewajarnya agar seni budaya dikenal generasi muda, dilestarikan serta dikembangkan”, imbuh Winarto.

Sementara itu, menanggapi hal tersebut, Bupati Pati Haryanto yang hadir guna membuka acara itu mengatakan bahwa GSMS terlaksana di Kabupaten Pati tidak hanya kali ini saja namun ini merupakan tahun yang ketiga.

“Tujuannya ialah tidak hanya mengembangkan seni budaya saja, namun juga berguna membangun karakter budi pekerti melalui seni budaya. Kemudian juga guna melestarikan menguri – uri budaya adiluwung yang barangkali tidak dikenal oleh masyarakat. Sehingga melalui pementasan oleh anak – anak ini dapat dikenal masyarakat luas”, ujarnya.

Tak hanya itu, Bupati menyebut bahwa kegiatan GSMS ini diharapkan mampu menggerakkan masyarakat dari lini bawah, bottom up, bukan top down. Apabila dari lini bawah, dapat bertahan lama atau langgeng sedangkan kalau dari atas hanya mampu bertahan sebentar.

“Jumlah anak yang terhimpun dalam seni budaya ini lebih dari seribu. Itu baru tahun ini, belum tahun – tahun sebelumnya”, imbuhnya.

Bupati juga menegaskan bahwa dengan terselenggaranya GSMS ini, juga sebagai upaya dalam mengantisipasi punahnya seni budaya yang ada. Bahkan pihaknya mengungkap bahwa terdapat anggaran yang sudah teralokasikan untuk pentas seni budaya. Mulai dari wayang, ketoprak, tayub dan berbagai macam seni lainnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *