Lautan Manusia di Lapangan Pelabuhan Syahbandar

oleh -684 views

Bupati Pati ketika memberikan sambutan

Seputarmuria.com, PATI – Rabu (3/7/2019), Lapangan Pelabuhan Syahbandar di Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, begitu riuh sesak. Puluhan ribu orang yang berjejal memenuhi tempat tersebut.

“Yang punya lampu flash, mari dinyalakan,” ajak KH Hafidzul Hakim Noer, pemimpin Majelis Shawalat Syubbanul Muslimin asal Probolinggo, Jawa Timur.

Ajakan itu bersambut. Para hadirin menyalakan lampu di ponselnya masing-masing. Menghadapkannya ke langit, diiringi goyangan seirama tabuhan rebana dan lantunan salawat.

Bupati Pati Haryanto, yang menghadiri acara tersebut, menyebut lautan manusia yang memenuhi lapangan Syahbandar malam itu sebagai “Para Pecinta Shalawat”.

“Kegiatan malam ini merupakan bagian dari rangkaian sedekah laut TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Bajomulyo Juwana. Puncak kegiatan, yakni malam ini, diisi dengan bersholawat bersama. Ini menunjukkan betapa kawula muda dan masyarakat secara umum sangat antusias terhadap perkembangan keagamaan,” ujar Haryanto.

Haryanto juga menyampaikan, sedekah laut ini merupakan tradisi warga Desa Bajomulyo, Bendar, Trimulyo, Bumirejo, kedungpancing, dan sekitarnya.

“Maksudnya ialah mewujudkan rasa syukur kepada Allah karena setiap tahun diberikan rezeki yang melimpah dari hasil laut”, imbuhnya.

Dengan adanya penyelenggaraan shalawat bersama ini, Haryanto berharap para nelayan, pemilik kapal, dan seluruh masyarakat yang menggantungkan penghidupan dari hasil laut dijauhkan dari malapetaka dan diberi keberkahan.

“Kita memohon pada Allah, agar dengan bersyukurnya kita, para nelayan diberi kemudahan dalam melaut. Juga para pengusaha kapal semoga mendapat penghasilan berlebih,” ajaknya.

Haryanto juga tak lupa berpesan kepada masyarakat yang memiliki rezeki berlebih guna membantu golongan yang membutuhkan perhatian, seperti anak yatim dan kaum dhuafa.

Dalam kesempatan tersebut, Haryanto juga menyampaikan informasi yang disambut sangat antusias para hadirin.

“In syaa Allah, nanti dalam rangka peringatan hari jadi ke-696 Kabupaten Pati. di Alun-Alun kita datangkan Habib Syech,” ujarnya.

Haryanto mengungkapkan, pihaknya telah berkunjung langsung ke kediaman Habib Syech terkait keperluan tersebut.

“Alhamdulillah beliau menyanggupi. Saya sudah dikasih jadwal. Tapi terlalu dini, yaitu 17 Juli 2019. Sedangkan hari jadi Pati jatuh pada bulan Agustus. Sehingga kemudian saya minta waktu akhir Agustus atau awal September,” pungkas Haryanto. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *