Kontribusi Kearifan Lokal Pati Diperlukan Jadi Role Model di Indonesia

oleh -636 views

Seputarmuria.com, PATI – Negara Indonesia oleh UNESCO, Irina Bokova pada tahun 2017 bertemu dengan Mendikbud Muhadjir Efendy, ia berkata bahwa negeri Indonesia ini merupakan negeri super power budaya.

Hal tersebut disampaikan oleh Nadjamuddin Ramly, Direktur Warisan Budaya dan Diplomasi Dirjen Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan saat memberikan sambutan dalam acara Seminar Nasional yang bertema “Pemajuan Kebudayaan Kabupaten Pati Berkontribusi Memperkuat Persatuan Indonesia, Minggu (4/8/2019).

Ramly menceritakan, dulu duta besar Rusia yang bertugas di Jakarta nyeletuk bahwa Rusia tidak ada apa – apanya dibanding dengan Indonesia. Hal ini lantaran kekayaan alam dan mozaik budaya di Indonesia.

“Kalau di daerah saya di Sulawesi itu, antara satu desa dengan desa lain sudah beda. Kalau di Jawa, meskipun homogen, namun masuk ke Cilacap, Purwokerto dan lain sebagainya, sudah ada ngapak – ngapaknya disitu, namun dialeg – dialegnya berbeda. Belum lagi ekspresi budayanya, dari seni tari, seni suara, alat musik, barongan di Jawa ada dengan sebutan yang berbeda – beda. Itulah kepelbagaian atau macam – macam kultur kita”, paparnya.

Ia menyebut, meskipun ekonomi Indonesia belum terlalu maju, pendidikan juga belum begitu bermutu, begitu juga dengan aspek sosial budaya serta aspek ketahanan pertahanan belum terlalu baik disebabkan APBN yang masih rendah. Namun di sektor budaya, Indonesia adalah negara super power kebudayaan.

“Dengan demikian, kita harus menjaga ini. Saya melihat bahwa satu – satunya yang dapat membuat persatuan Indonesia hanyalah kebudayaan. Kita yakin, hanya dengan kebudayaan yang bisa menge – lem, persatuan Indonesia”, tegasnya.

Ia menegaskan, dalam kebudayaan, tidak ada benci membenci, dengki mendengki, mensosialisasikan hasat hasut fitnah, itu semua tidak ada. Sebab budaya itu dilakukan dengan riang gembira.

“Saya melihat bahwa, budaya di Jawa adalah budaya pemersatu. Dengan adanya Bhinneka Tunggal Ika, Persatuan Indonesia, bukan persatean Indonesia, itu memberikan cerminan bahwa kita berkontribusi dalam rangka persatuan Indonesia”, imbuhnya.

Kontribusi Kearifan Lokal Kabupaten Pati

Acara seminar nasional yang terlaksana, lanjut Ramly, merupakan respon pihaknya terkait geraka Kabupaten Pati yang dengan cepat menyerahkan pokok – pokok pikiran kebudayaan daerah. Sehingga pada akhirnya mampun bermitra dengan Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya.

“Oleh karena itu, kontribusi kearifan lokal yang ada di Pati ini begitu diperlukan menjadi role model atau panutan bagi Indonesia. Pak Bupati Haryanto pun respon nya sangat bagus, terlebih beliau juga budayawan. Merespon elemen – elemen kebudayaan yang ada dari sekian kecamatan”, jelasnya.

Ia mengaku bahwa Haryanto merupakan sosok Bupati yang sangat peduli kepada budaya. Apabila diizinkan, Kabupaten Pati menjadi role model bagi pembangunan dan pengembangan kebudayaan di Indonesia.

“Kalau bisa setiap desa atau kampung menggelar festival budaya dari tiap dukuh yang ada. Atau paling tidak festival budaya tingkat kecamatan yang naik menjadi tingkat kabupaten. Nah dari situ kita tahu, budaya yang hampir punah terjadi lagi kaderisasi, regenerasi, terlebih banyak pegiat budaya yang mewarisi dari para orang tuanya”, pungkasnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *