Kolaborasi Komunitas UMKM dan SMK Jateng di Pati, Produksi Puluhan Parsel Lebaran

oleh -169 views

Seputarmuria.com, PATI – Pada momen bulan Ramadan 1445 H / tahun 2024 ini, Komunitas UMKM Kabupaten Pati (Kupat) kembali berkolaborasi dengan SMK Jateng di Pati menyediakan bingkisan lebaran.

Ketua Kupat Kabupaten Pati Yuli Sanjoto mengungkapkan, kolaborasi antara Koperasi Pemasaran Kupat Maju Sejahtera dengan SMK Jateng di Pati ini atas komitmen bersama menyambut hari raya Idul Fitri.

“Seperti biasa yang menjadi agenda tahunan, Kita menggandeng SMK Jateng di Pati Jurusan APHP (Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian). Kita kerja bareng anak – anak serta untuk mengajak ke arah yang positif jelang lebaran”, ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (29/3/2024).

Yuli mengatakan, anak – anak tersebut mulai memproduksi kue – kue kering sejak dua pekan sebelumnya dibantu oleh Kupat. Hingga Jumat (28/3/2024), parsel yang diproduksi mencapai 80 an pesanan.

Setidaknya, terdapat beragam jenis paket parsel yang ditawarkan dan dengan harga yang bervariatif mulai dari Rp 100.000 sampai Rp 400.000, sesuai dengan kebutuhan konsumen.

“Pesanan dari Pati semua. Mayoritas, parsel yang dipesan mulai harga Rp 150.000 dan Rp 200.000. Dan parsel ini kombinasi antara produk UMKM dan produk pabrikan”, imbuhnya.

Selama dua pekan tersebut, anak – anak memproduksi sesuai ilmu yang mereka pelajari di sekolah. Ada yang membuat adonan, menyiapkan bahan, hingga mengemas produk kue kering yang sudah jadi.

Yuli menegaskan, kerja bareng tersebut juga dalam rangka membantu pendapatan, memperluas pangsa pasar. Serta proses produksi bersama anak – anak SMK Jateng tersebut melalui Koperasi Pemasaran Kupat Maju Sejahtera.

Dalam rangka memanfaatkan momen bulan Ramadan dan Idul Fitri 1445 H / 2024, Kupat menggandeng SMK Jateng di Pati menawarkan pembelian bingkisan Hari Raya kepada para staf dan keluarga baik di instansi maupun di perusahaan dan stakeholder yang ada di Pati.

Intan Kurniawati, siswa kelas XI mengaku bahwa ini merupakan tahun kedua dalam memproduksi kue kering untuk lebaran. Sedangkan untuk parsel, ia mengaku baru pertama kali.

“Tantangannya tentu ada. Yaitu dalam menata kue menjadi parsel, harus ditata seperti bagaimana. Tapi berkat bimbingan, akhirnya bisa”, pungkasnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *