Khawatir Penurunan Signifikansi NEM

oleh -165 views

Rakor Bidang Pendidikan dan Kebudayaan di Gedung Korpri dalam rangka peningkatan SDM

Seputarmuria.com, PATI – Sejak berlakunya sistem zonasi, peran nilai ujian murni atau yang banyak dikenal sebagai nilai ebtanas murni (NEM) dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sudah tidak sesignifikan dulu.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati Winarto usai digelarnya Rapat Koordinasi Bidang Pendidikan dan Kebudayaan 2019 di Gedung Korpri Pati, Selasa (29/10/2019).

“Adanya perubahan-perubahan regulasi dalam pendidikan itu tujuannya meningkatkan mutu pendidikan. Namun, memang, akhir-akhir ini, yang selama ini menjadi parameter mutu pendidikan, di antaranya nilai ujian murni atau NEM itu sudah tidak setajam dulu. Ini sejak sistem zonasi berlaku,” ujarnya.

Winarto mengaku khawatir apabila, dengan menurunnya signifikansi NEM dalam mendaftar ke satuan pendidikan yang lebih tinggi, akan terjadi penurunan semangat, penurunan tanggung jawab, dan penurunan motivasi dari guru maupun siswa.

Sehingga, untuk mengatasi ini, lanjut Winarto, pihaknya membuat semacam kontrak kerja antara Dinas Pendidikan dan kepala sekolah terkait NEM.

“Apabila tahun ini rata-rata NEM 28,02, tahun depan berani berapa? Sama tidak boleh, lebih rendah tidak boleh. Walaupun sedikit, harus meningkat. Dengan demikian, tanggung jawab kepala sekolah dan guru nanti berimbas ke siswa. Walaupun NEM tidak berfungsi setajam dulu dalam penerimaan siswa baru, tetapi saya harap pihak sekolah dapat memenuhi target dalam kontrak kerja yang telah disepakati bersama,” jelasnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *