Kementrian Luar Negeri Kunjungi Rembang, Ada Apa??

oleh -66 views

Seputarmuria.com, REMBANG – Kementrian Luar (Kemlu) Negeri Republik Indonosia (RI) berkunjung ke Rembang, Kamis (16/1/2020) pagi.

Kunjungan ke kota garam itu merupakan sebuah bentuk diplomasi ekonomi daerah Rembang untuk bisa menyasar ke luar negeri.

Pertemuan yang dikemas melalui sosialisasi capaian diplomasi Kemlu itu, diterima langsung Bupati Rembang, Abdul Hafidz di aula lantai 4 gedung Bupati Rembang.

Sekretaris Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI, Rossy Verona mengatakan kedatangan rombongan Kemlu RI ke Rembang untuk membangun sinergi kemitraan antara Pemerintah RI melalui Pemerintah Daerah (Pemda) Rembang dengan pengusaha.

Dalam bahasan itu, pihak Kemlu menginginkan agar kemampuan di dalam negeri bisa dikoneksikan dengan potensi yang ada di luar negeri. Sehingga produk dalam negeri menembus pangsa pasar di luar negeri.

“Kita di Kemlu akan terus bangun sinergi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dan pengusahanya. Karena ujung tombak ekonomi banyak di daerah,”kata Rossy.

Tak hanya itu, Rossy juga mengakui jika pengusaha-pengusaha itu tersebar di berbagai daerah di Indonesia

“Cuman mereka masih belum paham potensi yang ada di luar. Makanya kita Holding and match. Maka kita connect potensi di luar dengan kemampuan di dalam,”imbuhnya.

Rossy melanjutkan Kemlu telah mempunyai ajang untuk mempromosikan produk dalam negeri ke luar negeri melalui banyak event seperti Shongkla, Dubai dan Trans Expo Indonesia (TEI). Pasalnya produk ikan bisa dijual ke Tiongkok, Arab Saudi dan negara-negara yang banyak dihuni oleh orang Indonesia.

Rossy berharap dengan adanya kunjungan tersebut ke depannya ekonomi supaya meningkat.

Pasalnya, produk dari Rembang layak dipromosikan ke luar negeri. Namun kemasan produknya mengalami kendala belum standar nasional. Sehingga pihaknya menggandeng Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk melakukan pelatihan pembuatan kemasan produk sesuai standar internasional.

Pihaknya mencontohkan kekurangan kemasan produk yang ada di antaranya tanggal kedaluwarsa berbahasa Inggris, negara produk penghasil dan kontinuitas produk.

Sementara itu, Bupati Rembang, Abdul Hafidz menerangkan Kabupaten Rembang mempunyai banyak potensi yang perlu dikembangkan untuk dijual ke luar negeri di antaranya potensi kelautan berupa perikanan. Karena produk perikanan di Rembang menjadi sasaran ekspor ke negara Jepang, China, Taiwan dan Korea.

“Kita potensi di kelautan. Karena lautnya di Rembang ini terbentang sekitar 63 Kilo meter. Kita ada 14 TPI (Tempat Pelelangan Ikan), cuma yang besar-besar ada sekitar 9. Itu bisa transaksi setiap hari rata-rata 800 ton setiap hari. Sementara industri pengolah ikan kita ada 14, yang kebutuhannya setiap hari ada 1.200 ton. Sehingga masih minus. Jadi, antara produk tangkap ada dengan kebutuhan para pelaku industri pengolah ikan yang berskala ekspor ini masih minus 400 ton setiap hari.” Jelasnya.

Bupati mengakui potensi yang ada belum tergarap maksimal karena eksportir ketika melihat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dalam keadaan tidak bersih, maka tidak mau beli ikan yang ada. Sehingga Pemda Rembang memperbaiki kelemahan itu dengan memfasilitasi masyarakat nelayan berupa membuat dermaga, memperbaiki TPI agar masyarakat nelayan merasa aman dan nyaman dalam membongkar muat hasil tangkapannya. Harapannya ke depan TPI yang ada memenuhi standar nasional bahkan standar Internasional. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *