Kemenko Maritim Turun Tangan ke Pelabuhan Sluke Tinjau Bangunan Tembok Tepi Pantura, Direktur RBSJ Sebut Potensi Pendapatan Daerah Puluhan Miliar Menguap

oleh

Seputarmuria.com, REMBANG – Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia turun ke Pelabuhan Rembang Terminal Sluke, Kamis (13/8/2020) siang.

Mereka datang ke pelabuhan untuk audiensi pada survei lapangan pemanfaatan lahan reklamasi pelabuhan dengan didampingi aparat penegak hukum, BPPKAD Rembang, Bagian Perekonomian,
PT. Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ) selaku BUMD Rembang dan owner proyek reklamasi serta pejabat lainnya.

Kedatangannya tersebut, pihak Kemenko Maritim ingin memastikan apa yang terjadi di lapangan. Bahkan pihak Kemenko juga ingin meninjau apakah benar adanya laporan dari bawah, bahwa di area hasil reklamasi yang saat ini dijadikan pelabuhan itu telah dibangun tembok di tepian jalan pantura oleh beberapa pihak yang mengaku sebagai investor.

Saat diwawancarai media, Nurul Istiqomah Plt Asisten Deputi Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan menyebut jika kedatangannya ini ingin melihat secara langsung yang ada di lapangan.

“Tentu secara teknis (datang, meninjau, red) menindaklanjuti laporan yang ada. Katanya ada masalah baru di situ. Salahsatunya yakni ada pihak yang bikin tembok, itukan menggunakan kawasan yang seharusnya milik bersama,”ucapnya.

“Saya ingin menggali informasi yang ada. Terkait permasalahan yang ada di pelabuhan Sluke. Sebab ingin klarifikasi, serta ingin memberikan upaya penyelesaian dan apa yang bisa menjadi solusi bersama,”sambung Nurul.

Tak hanya sampai di situ saja, pihaknya pun berharap nantinya ada konsesi yang dapat ditempuh pihak pihak terkait dalam penyelesaian masalah yang ada.

“Permasalahan yang belum diselesaikan, kita juga sambil menunggu hasil penyelidikan tim yang berwajib. Tapi ada semacam keinginan konsesi tentunya kesepakatan bersama antara pihak terkait,”pintanya.

“Kita masih mencoba mempelajari seperti apa konsesinya. Kita ingin membantu menyelesaikan masalah. Kalau memang konssi jalan terbaik ya tak apa pa. Dan jangan sampai ada jalan buntu. Dan cepat diselesaikan,”harapnya.

Sementara, Direktur PT. RBSJ selaku BUMD Rembang Arif Budiman mengatakan Kemenko Maritim dan Investasi datang ini terkait persoalan pelabuhan oleh banyak pihak dianggap belum beres. Intinya ditugasi untuk menyelesaikan semuanya.

Dari serangkaian survei itu, Arif berharap dapat menjadi pintu masuk penyelesaian secara tuntas. Mengingat saat ini pihak pihak yang ada di area lahan reklamasi pelabuhan menilai dan mengklaim secara sendiri-sendiri.

“Mensurvei ini saya tidak bicara beres atau tidak beres (lahan, red). Tetapi kita laporkan fakta fakta di lapangan kita sampaikan apa adanya. Nanti keputusannya yang di atas,”ucapnya.

Dalam hal ini, menurut Arif PT. RBSJ terkait penugasan Bupati. Yakni untuk bisa melakukan penertiban segala aktivitas yang ada di pelabuhan Sluke yang saat ini masih dinilai orang banyak masalah.

“Kewenangan RBSJ terkait penugasan bupati. Yang pertama yakni perihal penertiban segala aktivitas. Dan jika tidak ditertibkan, maka bisa jadi rekomendasi BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) untuk menagih argo, para pemanfaat lahan reklamasi di pelabuhan jika ditotal ada sekitaran Rp. 33 miliar di 2018. Belum lagi 2019 dan 2020. Potensi pendapatan daerah di sana bisa hilang. Dan ini tentu penertiban sebagai langkah awal,”paparnya.

Untuk pnertiban aktivitas di pelabuhan itu pun nantinya, dapat dikatakan sebagai upaya penyegaran aturan yang ada.

“Penertiban itu sebagai kelanjutan. Namun jika tidak ditertibkan maka akan ilegal aktivitasnya,”ujar dia.

Setelah ditertibkan dan bersedia membayar pemanfaatan tentu berbagai pihak bisa mengajukan LOI (letter of intent, letter of interest)

“Setelah tertib aktivitasnya, membayar maka langkah kedua ialah mereka diminta mengajukan LOI atau peminat untuk pemanfaatan. Lalu dibuatlah perjanjian baru,”bebernya.

Dari proses serangkaian itu, RBSJ juga berharap nantinya LOI tersebut bisa membuat kewajiban beberapa pihak lebih jelas aturan mainnya.

“Dari dasar perjanjian itulah masing pihak kewajibannya makin jelas. Baik itu RBSJ, BAK, AHK, dan BRTK,” pungkasnya. (Ed)

Point of Sales Lengkap
Catatan pembayaran Anda berantakan?
Aplikasi kasir Boskasir menyederhanakan proses penjualan usaha Anda dan mengelola transaksi lebih efisien.

All Device All Platform
Spesifikasi apa saja yang dibutuhkan ?
Minimal RAM 4GB, Spesifikasi lainnya bebas. Support semua OS : Windows, Linux, Android, IOS, Mac OS, Dll. Support Semua Device : PC, Laptop, HP, Tab, Dll.

Kami juga menyediakan jasa input data barang, sangat memudahkan owner bisnis. KLIK www.boskasir.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *