Kembali ke Tanah Kelahiran, Bupati Ingin Jamaah Haji Jaga Kemabruran

oleh -325 views

Seputarmuria.com, PATI – Bertempat di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (17/9/2019), digelar acara pengajian dan tasyakuran haji yang telah kembali dari ibadah ke tanah suci.

Seperti yang diketahui, tasyakuran kedatangan jamaah haji tahun 1440 Hijriah 2019 ini diikuti 1500 peserta terdiri dari seluruh jamaah haji Kabupaten Pati tahun 1440 hijiriyah, seluruh petugas kloter tahun 1440 hijriyah TPHI, TPIHI, TPHD, TKHD, TKHI dan petugas lainnya.

Jumlah jamaah haji yang berangkat sebanyak 1.081 jamaah. Namun yang kembali berjumlah 1.076, hal ini lantaran 4 orang meninggal di tanah suci dan 1 orang hingga saat ini masih sakit dan dirawat di RS Madinah.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto merespon baik acara tasyakuran haji ini. Namun, Bupati menyayangkan dengan dua jamaah yang gagal berangkat, empat meninggal dan satu jamaah masih dirawat di Madinah lantaran sakit.

“Oleh karena itu, sebelum berangkat ke tanah suci, kami selalu memberikan arahan agar jamaah dapat menjaga kondisi fisik serta mengatur waktu untuk beribadah. Terlebih yang sebelumnya pernah memiliki riwayat”, ujarnya.

Bupati menegaskan, perlunya bersyukur atas nikmat yang telah diberikan hingga saat ini, khususnya para jamaah haji yang berangkat ke tanah suci dan kembali ke tanah air dengan selamat. Sebab, ia meyakini, janji Allah itu pasti, bahwa siapa yang mensyukuri nikmat, maka akan dilipatgandakan.

“Bersyukur karena dapat bertemu kembali dengan keluarga, sanak saudara. Bahkan pulang dari tanah suci mendapat kartu haji. Di Jawa Tengah ini, untuk kartu haji ini Kabupaten Pati merupakan yang pertama”, imbuh Bupati.

Usai pulang dari tanah suci dan mendapat predikat haji, lanjut Bupati, ini bergabungnya organisasi IPHI, baik tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten. Selain itu, mulai dari berangkat hingga pulang dari tanah suci, pasti didoakan yang baik – baik.

“Kita harus dapat menjaga kemabruran. Kemabruran yang didapat harus terjaga sepanjang hayat”, imbaunya.

Bupati menyampaikan, penting untuk diketahui bahwa jamaah haji dari Indonesia memang lebih teratur dan lebih taat dibandingkan dengan negara lain. Karena telah resmi menjadi haji, otomatis menjadi sorotan.

“Oleh karena itu, selain menjaga kemabruran, juga harus dapat menjadi teladan. Saya mewakili Forkopimda menyambut baik tasyakuran ini. Dan yang terpenting alhamdulillah para jamaah dapat bertemu kembali dengan keluarga”, pungkasnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *