Kemajuan Rembang tak Sekadar dari SDA Saja, Tapi Juga dari Usaha Jasa

oleh -1,035 views

Seputarmuria.com, REMBANG – Kemajuan Kabupaten Rembang yang semula menempati peringkat 3 besar di bawah dalam hal kemiskinan, kini wilayah yang berada di paling timur Jawa Tengah ini bisa menjahui angka tersebut. 

Ya, kota garam itu kini bisa merangkak naik ke sekitaran 6 peringkat kemiskinannya alias bisa mengurangi angka kemiskinan dengan baik. 

Mengingat wilayah yang berada di pesisir timur Jawa Tengah ini dinilai cukup kaya sumber daya alamnya (SDA). Baik mulai dari hasil tangkapan laut, lahan tambang, ribuan UMKM yang menggeliat dan usaha lainnya. Termasuk di dunia wisata bahkan juga ada usaha jasa di bidang perhotelan.

Hal ini tentunya tak lepas dari peran serta para pengusaha maupun Pemkab setempat untuk bisa memprioritaskan warganya untuk selalu bekerja. Terlebih harus mengutamakan pekerja lokal.

Tak sampai di situ saja, kini kehadiran Pollos Hotel & Gallery diharapkan mampu menunjang dunia pariwisata yang sedang menggeliat di Kabupaten Rembang. Sehingga nantinya bisa lebih mengedapankan pemasukan bagi masyarakat maupun pemkab itu sendiri.

“Selain sektor pariwisata, investasi saat ini juga semakin tumbuh, sehingga keberadaan hotel dengan investasi, dapat saling memperkuat,”kata Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rembang, Musyafa’ saat kegiatan Media Gathering di Pollos Hotel & Gallery, pinggir jalur Pantura Desa Kabongan Lor-Rembang, Selasa malam (3/12/2019) malam.

Selain itu, bertambahnya usaha jasa di bidang pariwisata di Rembang tentunya akan selalu memberikan dampak positif di Rembang. Baik itu income masyarakat maupun lainnya.

“Masuknya Pollos Hotel & Gallery, tentu semakin banyak pilihan bagi masyarakat, terutama kaum pelancong maupun pengusaha yang datang ke Rembang, “ ujarnya.

Sementara itu, General Manager Pollos Hotel & Gallery, Dedi Rosadi menuturkan pihaknya sejak awal memberdayakan potensi-potensi lokal. 

Potensi lokal yang ia berdayakan yakni khususnya warga Rembang yang direkrut untuk menjadi karyawan di Pollos tersebut.

“30 % staf dan karyawan hotel merupakan penduduk asli Kabupaten Rembang bahkan sekitaran hotel ini,”kata dia.

Selain potensi lokal tenaga kerja, pihaknya juga memberikan konsep budaya lokal yang ada di Rembang. Yakni batik Lasem yang kini tengah moncer. 

“Dari sisi seragam mereka, dikemas kental dengan nuansa batik tulis Lasem. Selain itu, tim chef juga sedang merancang minuman khas Rembang ala buah kawis dan kopi. Bahkan disiapkan menu ciri khas Pollos Hotel, mengoptimalkan tangkapan ikan nelayan lokal,”akunya.

“Untuk minuman dan menu makanan, kita ingin buat ciri khas Kabupaten Rembang. Pokoknya lagi nyari-nyari ini yang tepat. Nggak menutup kemungkinan, hasil olahan dari UMKM juga akan kita tampung, “ beber Rosadi.

Dedi Rosadi menganggap jika melihat tempat, Pollos Hotel & Gallery cukup menarik, karena berada di pinggir laut. Pengunjung dapat menikmati keindahan pantai utara, dengan titik pandang paling ideal di lantai teratas. Kondisi itu yang membuat hotel bintang 3 ini diberi nama Pollos.

“Filosofi orang Jawa Pollos itu artinya pol mengarah pada titik terjauh dan los seperti nggak ada pembatas. Temen-temen dari Jakarta yang sempat datang ke sini, sempet surprise juga. Semoga Pollos ini akan menjadi gairah baru bagi dunia perhotelan di wilayah Jawa Tengah bagian timur, “ tandasnya.

Selain terdapat 111 kamar dengan berbagai tipe, di Pollos Hotel & Gallery juga siap memanjakan tamunya dengan fasilitas kolam renang anak-anak dan kolam renang dewasa, tempat fitness, dan ruang pertemuan.

“Tarif kamar tipe standard Rp 575.000, yang terbagus tipe Junior Suite Rp 1.600.000. Hotel ini baru akan kami launching pada Sabtu pagi (07/12). Tumbuhnya kami kedepan, tentu tidak lepas dari bantuan temen-temen wartawan juga,“ pungkas pria asli Jakarta ini. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *