Keikutsertaan Pati dalam Conference & Expo Gerakan Menuju 100 Smartcity

oleh -295 views

Seputarmuria.com, PATI – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pati mengadakan Rapat Koordinasi “Penilaian Kematangan Quickwins dalam Keikutsertaan Conference & Expo Gerakan Menuju 100 Smartcity” di Ruang Rapat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pati, Kamis (5/9/2019).

Rapat yang juga dihadiri Wakil Bupati Pati Saiful Arifin tersebut, Diskominfo tak lupa mengundang OPD maupun lembaga lainnya yang menjadi produsen quickwin.

Kabid E-Government Diskominfo Pati Luky Pratugas mengatakan, quickwin merupakan program cepat capai. Artinya, program yang bisa diimplementasikan dalam waktu relatif singkat, antara satu hingga dua bulan.

Sejumlah quickwin yang ada di Pati yaitu, Satrio Pasar (Disdagperin), Sipipa (Dislautkan), E-Library (Dinarpus), dan Pregnancy Tools (Puskesmas Cluwak).

“Pada 2018, ada 5 quickwins di Kabupaten Pati. Adapun 2019 ini, proyeksi kami ada 9 quickwins, termasuk tambahan Bumdes Bersama dari Wakil Bupati,” ujar Luky.

Luky menyebut, pada 2018-2019, total ada 14 quickwins. Produsen dari 14 quickwins tersebut dikumpulkan dalam forum rapat untuk diberi penjelasan terkait penilaian tingkat kematangannya.

“Jadi, nanti kita nilai, mana dari empat di antaranya yang paling matang. Keempatnya itu nanti akan diikutsertakan dalam kegiatan Ekspo dan Konferensi Gerakan Menuju 100 Smart City di BSD City Tangerang Selatan, 4 sampai 6 November mendatang,” paparnya.

Luky berharap, sebagaimana arahan Saiful Arifin, quickwins ini betul-betul membumi, bisa dirasakan manfaatnya secara signifikan oleh masyarakat.

“Jadi tidak hanya sekadar penilaian,” ucapnya.

Untuk diketahui, rapat merupakan bagian dari rangkaian tindak lanjut pasca dirilisnya hasil evaluasi gerakan menuju 100 smart city. Sebelumnya, pihaknya juga telah melakukan review pada seluruh tim pelaksana Smart City.

Terkait target pencapaian ke depan dalam grand program Smart City, Luky mengaitkannya dengan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan program smart city 2018.

Ia mengungkap, dalam Rapat Evaluasi Smart City yang digelar Kominfo RI di Banyuwangi Juni 2019 lalu, nilai yang diraih Kabupaten Pati masih minus.

“Minus itu artinya tingkat pencapaiannya belum ada kemajuan. Sebab, kegiatan smart city di masterplan itu tidak berjalan sesuai roadmap. Tapi, kalau sudah ada kemajuan, nanti akan berubah menjadi plus. Ya, kami berharap penilaian tahap kedua di BSD City nanti itu bisa positif,” tambahnya.

Luky membantah bahwa belum maksimalnya program smart city dikarenakan oleh faktor bujet. Menurutnya, tidak ada kendala dalam hal bujet. Sebab, sepanjang masuk APBD pasti akan konsisten dibiayai.

“Faktor penunjangnya, bisa SDM, bisa juga faktor eksternal. Faktor eksternal misalnya persaingan dengan inovasi sejenis dari swasta. Misal Go-Leh berhadapan dengan Bukalapak. Gagego dengan grab,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *