Karang Taruna Harus Harus Jadi Teladan di Desa

oleh -946 views

Seputarmuria.com, PATI – Wakil Bupati Pati Saiful Arifin yang juga merupakan Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Pati menyayangkan jika masih ada pihak-pihak yang memandang organisasi karang taruna dengan sebelah mata.

Ia menyebut, masih ada beberapa pihak yang menganggap karang taruna sebagai lembaga yang kerjanya hanya meminta-minta.

“Padahal karang taruna tidak seperti itu. Kita memberi kemanfaatan untuk desa, untuk sosial. Bukan untuk kepentingan pribadi. Kita punya dasa sakti, itulah jiwa kita, arahnya ke sana,” ucapnya dalam Rapat Kerja Karang Taruna Kabupaten Pati di Ruang Pragolo Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Sabtu (7/12/2019).

Ia pun menegaskan, karang taruna berbeda dari “LSM abal-abal” yang tampak bersikap kritis di depan, tapi di belakangnya ada kepentingan yang kurang baik.

“Anggota karang taruna mau memberikan tenaga, pikiran, bahkan kadang uangnya demi kepentingan desa,” tegas lelaki yang akrab disapa Safin ini.

Dalam momen tersebut, Safin juga mengungkapkan harapannya agar Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pati lebih perhatian kepada karang taruna.

Menurutnya, tujuan mulia yang dimiliki karang taruna, yakni memberi kemanfaatan sosial bagi desa-desa, terutama desa-desa yang belum sejahtera, berhubungan dengan Dinsos.

Karena itu, ia berharap, Dinsos bisa memfasilitasi dan memberi kemudahan bagi karang taruna dalam kegiatan yang ada hubungannya dengan dinas sosial.

“Ini maksudnya bukan ketebelece. Saya tidak mau mengintervensi kegiatan Dinsos. Saya berbicara di sini sebagai Ketua Karang Taruna, bukan sebagai wakil bupati. Namun, saya berharap Dinsos bisa lebih care dan mensupport kami secara legal, sesuai ketentuan yang berlaku,” ucapnya dalam forum yang juga dihadiri Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Pati Tri Hayumi itu.

Safin tak lupa berpesan kepada segenap anggota karang taruna untuk menguatkan energi positif dan menjadi generasi teladan di desa.

Menurut Safin, dalam hal ini, anggota karang taruna boleh mengkritik kebijakan pemerintah desa. Namun, jangan sampai karang taruna dicap sebagai musuh. Sebab, maksud mengkritik ialah dalam rangka membantu kepala desa.

Safin juga berpesan pada anggotanya untuk turut menjaga kondusifitas Pilkades yang secara serentak akan dilaksanakan pada 21 Desember 2019 mendatang.

“Jangan terbawa emosi. Kalau punya pilihan, saya tidak mengintervensi, tapi jaga kondusifitas. Kalau ada di antara kalian yang nyalon (kepala desa), itu hak politik Anda. Tapi jangan benturkan dengan Karang Taruna,” pesan Safin.

Bagi dia, bukan hal tabu bagi anggota karang taruna untuk terjun ke ranah politik. Namun, itu sebaiknya dianggap sebagai bonus saja.

“Bukan itu tujuan utama yang kita cari. Peluang politik itu wajar saja sebagai bonus berorganisasi, tapi tugas utama karang taruna ya memberi kemanfaatan. Menjadi penggerak di desa untuk memberikan kebaikan,” pungkasnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *