Kabupaten Pati Terima TKDD 2,14 T oleh Gubernur Jateng

oleh -287 views

Seputarmuria.com, SEMARANG – Kabupaten Pati Dapatkan Alokasi Dana Transfer dan Dana Desa (TKDD) Sebesar Rp 2,14 Triliun di TA 2020

Hal itu terungkap saat Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin) menghadiri acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Transfer Daerah dan Dana Desa oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Penyerahan secara simbolis dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kepada Wakil Bupati Pati Saiful Arifin bertempat di Gedung Gradika Bhakti Praja Provinsi Jateng di Semarang, Senin (25/11) kemarin.

Tak hanya untuk menyerahkan dana transfer daerah, Gubernur juga berkesempatan menyerahkan DIPA kepada pimpinan lembaga/kementerian /instansi vertikal di wilayah Provinsi Jateng.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berkesempatan menyampaikan pesan kepada para pimpinan daerah tingkat kabupaten yang menerima alokasi dana transfer daerah dan dana desa agar segera direalisasikan guna percepatan pembangunan di daerah, sesuai pesan Presiden Jokowi.

“Jangan takut menggunakan dana desa, pemerintah pusat sedang berupaya menyederhanakan regulasi-regulasi yang saling tumpang tindih, namun tetap harus sesuai aturan”, imbau Ganjar.

Dengan akan berakhirnya tahun anggaran 2019, lanjutnya, harus selalu dilakukan evaluasi dan peninjuan kembali terkait pelaksanaannya. Khususnya terkait prioritas dan kualitas belanja pemerintah sepanjang tahun angaran 2019.

Disamping itu, untuk tahun 2020 ke depan, mengingatkan besarnya alokasi dana desa maka diharapkan para bupati/walikota agar mengoptimalkan penggunaan dana desa tersebut untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat di desa

“Kalau dana desa ini bisa dikelola secara optimal saya percaya pembangunan di Jateng akan terlihat, mengingat besarnya alokasi dana desa yang dianggarkan pemerintah pusat ke daerah,” ungkap Gubernur.

Sebelum dilaksanakan penyerahan DIPA, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jateng Sulaimansyah telah memaparkan capaian total persentase realisasi belanja kementerian/lembaga dan dana transfer serta dana desa hingga 20 November 2019.

Sulaimansyah menyebut, untuk total realisasi belanja kementerian/lembaga tercatat sebesar 73 persen, adapun realisasi pengunaan alokasi dana transfer mencapai 80 persen.

Kepada Pemda ia berharap untuk berhati-hati dalam pengelolaan keuangan jangan sampai tersangkut masalah hukum. Serta bagaimana mengelola anggaran secara efisien dan efektif sesuai dengan kebutuhan.

“Gunakan dana itu dengan tatas (sukses), tetes (berhasil) dan titis (tepat dan cermat)”, ujar Sulaimansyah. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *