Kabupaten Pati Berkontribusi 6,12% Sapi Potong di Jateng

oleh -647 views

Seputarmuria.com, PATI – Berdasarkan jumlah populasi sapi potong di Jawa Tengah sebanyak 1.751.799 ekor, populasi sapi potong di Kabupaten Pati memiliki kontribusi sebesar 6,12 persen atau 107.329 ekor.

Adapun populasi lainnya tersebar di seluruh Jawa Tengah, utamanya di lumbung-lumbung ternak di Grobogan, Blora, Wonogiri, Rembang, Jepara, dan Kebumen.

Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Budidaya dan Pembibitan Ternak Terpadu Provinsi Jawa Tengah Agus Sucipto ketika membacakan sambutan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah Lalu M Syafriadi. 

Sambutan tersebut dibacakan pada acara Lomba Ternak dan Ekspo Peternakan Kabupaten Pati di Lapangan Hutan Kota Kalidoro, Sabtu (3/8/2019).

Agus mengatakan, dengan adanya terobosan, khususnya dalam penyediaan bibit ternak berkualitas, Kabupaten Pati dapat menyusul daerah lain yang merupakan lumbung ternak utama di Jawa Tengah.

“Memang, dalam budidaya sapi potong, kebijakan pemerintah adalah mengutamakan penyediaan bibitnya dengan mengoptimalkan sumber daya lokal. Namun, mengingat usaha pembibitan rakyat, swasta, maupun pemerintah yang belum optimal, yang kemudian menyebabkan ketersediaan bibit berkualitas secara kontinyu belum optimal,” ujarnya.

Menurut Agus, perlu adanya terobosan dalam peningkatan mutu bibit ternak, diantaranya dengan momen kontes ternak. Oleh karena itu, pihaknya berterima kasih pada Bupati Pati Haryanto yang telah memfasilitasi penyelenggaraan kontes dan ekspo peternakan ini.

“Dari lomba ini akan dipilih juara-juara ternak sesuai kriteria terbaiknya. Selanjutnya dapat dijaring dan disebarkan pada masyarakat melalui kelompok-kelompok pembibitan. Selain itu, dengan event semacam ini, peternak merasa terapresiasi dan bangga atas usaha dalam memelihara ternak dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Di samping itu, lanjut Agus, kontes dan ekspo ternak sebagai sarana memotivasi para generasi muda untuk beternak atau mengembangkan usaha peternakan.

“Ini harus didukung. Sebab, pembangunan peternakan merupakan bagian integral pembangunan pertanian pada khususnya, dan pembangunan nasional pada umumnya,” ujarnya.

Ia menyebut, pembangunan peternakan sebagai industri biologis mencakup empat komponen, sebagai berikut.

Satu, peternak sebagai subjek harus ditingkatkan skill dan kesejahteraannya. Dua, ternak sebagai objek harus ditingkatkan populasi dan produktivitasnya. Tiga, lahan dan lingkungan harus dilestarikan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. Empat, ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai alat harus dikembangkan.

“Mari terus kembangkan peternakan sebagai salah satu pilar ketahanan pangan nasional,” imbaunya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *