“Jogo Tonggo” ala “Pegiat Sosial” Rembang ini Patut Diacungi Jempol saat Pandemi

oleh

Salah seorang penyumbang meletakan bantuannya di etalase sosial yang berada di Tepian Pantura atau luar halaman Pemkab Rembang

Seputarmuria.com, REMBANG – JAWA TENGAH – Kegiatan sosial di kala pandemi Covid – 19 masih melanda banyak dilakukan oleh berbagai kalangan mampu untuk saling berbagi satu sama lain.

Bantuan itu tentu datang dari mulai perorangan hingga komunitas dan lainnya yang memang dapat bermanfaat bagi semua yang membutuhkannya.

Begitu halnya yang dilakukan oleh “Pegiat Sosial” di Rembang ini. Mereka mempunyai ide cemerlang untuk bisa dimanfaatkan oleh seseorang yang membutuhkan.

Mengingat saat ini dinilai masih proses bangkit dari “lelet”nya ekonomi akibat gempuran wabah Corona ini.

Ya ide cemerlang itu yakni memberikan wadah, fasilitas untuk gerakan sosial kepada masyarakat berupa etalase kaca.

Barang untuk menyimpan sesuatu itu tentunya dapat digunakan untuk tempat penyimpanan sumbangan yang nantinya dapat diambil dengan sesuka hati oleh kalangan yang membutuhkan.

Etalase yang mempunyai tinggi sekitar 180 cm dan lebar kurang lebih 150 cm itu diadakan dengan cara patungan beberapa orang yang tergabung di “Pegiat Sosial” Rembang.

Setelah itu, beberapa orang tersebut mengisinya dengan nasi, air mineral dan lainnya sehingga dapat dicontoh dan dilakukan oleh orang lain yang ingin saling berbagi kepada sesama di saat pandemi ini.

Meski hanya sekadar bersedekah atau berinfaq berupa makanan ringan, nasi bungkus air mineral dan lainnya yang diletakan di etalase, akan tetapi hal itu dapat membantu serta meringankan kebutuhan warga kurang mampu atau warga yang membutuhkan.

Tak sampai di situ saja, untuk bisa menjangkau ke warga secara langsung, etalase yang dijadikan tempat penyimpanan bantuan itu diletakan bersebelahan dengan trotoar jalan Pantura Rembang – Surabaya.

Tak hanya berada di tepian Pantura Rembang, etalase itu juga berdekatan dengan halaman Kantor Pemkab Rembang.

Dimungkinkan, peletakan etalase itu supaya para dermawan yang ada di kota garam dapat berbondong-bondong mengisinya berupa bantuan baik makanan maupun bantuan lain yang bermanfaat. Khususnya di saat pandemi masih melanda seperti sekarang yang memang masyarakat luas perlu perhatian. Meskipun hanya sekadar dengan hal yang kecil.

Dengan penempatan posisi seperti itu, tentu ada harapan besar jika nantinya ada penyumbang dapat memberikan bantuan yang langsung diletakan di etalase itu.

Terlebih bagi pejabat Pemkab Rembang, PNS atau dermawan lainnya yang melintasi di area etalase tersebut.

Sementara, saat dipantau di lapangan, etalase yang sudah berisi nasi dan air mineral itupun langsung didatangi seseorang dengan silih berganti untuk mengambil makanan dan minuman.

Tentunya gagasan itu dapat diselaraskan dengan gerakan ‘Jogo Tonggo’ yang diluncurkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada sekitaran bulan April 2020 lalu.

Di mana gerakan itu dibuat untuk saling menjaga tetangga saat Pandemi COVID-19 yang masih melanda ini.

Sementara itu, istilah Jogo Tonggo sendiri diambil dari bahasa jawa. ‘Jogo’ artinya menjaga, sedangkan ‘Tonggo’ artinya tetangga.

Untuk gerakan sosial ‘Jogo Tonggo’ ini diketahui mencakup dua hal yang mendasar saat wabah dari China itu merebak. Yaitu jaring pengaman sosial dan keamanan, serta jaring ekonomi.
Di satu sisi, gagasan cemerlang “Pegiat Sosial” di Rembang yang sudah berjalan sekitar 1.5 bulan, sejak 22 Oktober 2020 hingga sekarang ini dapat diartikan sebagai gerakan yang bisa menjaga jaring ekonomi.
Tentunya, dengan ide kreatif seperti itu harus selalu didukung sepenuh hati dan selalu diapresiasi dengan memberikan acungan jempol yang maksimal pula.
Saat ditemui di area perkantoran Rembang, Kamis (3/12/2020) siang, Koordinator Pegiat Sosial Rembang, Mashadi mengutarakan bahwa bantuan itu diharapkan bisa bermanfaat bagi warga, masyarakat yang ada.

“Ide gagasan ini semula saya pas sembahyang di masjid di Kecamatan Sarang. Di situ ada semacam tempat untuk dijadikan tempat peletakan bantuan. Lalu yang membutuhkan boleh mengambilnya. Itu sangat bermanfaat sekali. Nah setelah itu, kita koordinasikan dengan beberapa teman untuk bisa melakukan hal serupa. Terlebih seperti di saat sekarang ini,”kata Mashadi mengawali pembicaraannya.

Dari situ, sesaat setelah dibuka etalase itu, setiap harinya ada sekitaran 20-50an bungkus nasi dari berbagai penyumbang yang memang tidak menyebutkan nama dan alamatnya.

“Ya sekitaran 20an, 25an bungkus. Bahkan ada yang sampai 50an bungkus nasi. Setiap hari pasti ada sumbangan. Yang penting barokah, manfaat bagi sesama dan bisa membantu warga yang membutuhkan,”paparnya.

Ia menilai, ditempatkannya etalase untuk peletakan bantuan itu di tepi jalan Pantura Rembang atau di luar halaman Pemkab Rembang memang sudah dirasa tepat.

Sebab di sekitar area itu sebagai tempat orang menunggu angkutan umum, tempat tukang becak dan lainnya.

“Di situ kan tempat orang nunggu bus. Tempat tukang becak, pejalan kaki dan lainnya. Ya strategis juga ya. Sehingga kita tempatkan di situ saja. Dan pantauannya juga bisa mudah,”ucapnya.

Untuk penempatannya etalase itu, ia sendiri juga tak serta merta tanpa melalui proses yang ada. Akan tetapi, pihaknya juga telah meminta izin kepada pihak terkait. Supaya kegiatan sosial itu bisa berjalan lancar dan baik.

“Berhubung di tepi jalan Pantura dan luar halaman Pemkab, tentu kita izin terlebih dahulu. Yakni kepada Pemkab Rembang. Jika tak izin, khawatirnya mengganggu, bahkan di depan pintu masuk Pemkab Rembang itukan ada Pos Satpol PP kan, maka dari itu, kita meminta izin secara tertulis kepada Pemkab,”akunya.

Dengan kegiatan sosial yang sudah berjalan itu juga tak serta merta luput dari kekurangan. Namun pihak Pegiat Sosial Rembang juga masih membutuhkan banyak lagi warga yang dermawan untuk mengulurkan tangannya kepada warga yang membutuhkan. Khususnya di saat wabah virus dari China itu masih melanda.

Bantuan yang diharapkan tentu tak sekadar dalam bentuk nasi atau minuman. Akan tetapi bisa berupa masker dan lainnya demi menjaga dan melindungi orang dari serangan Covid’19 ini supaya protokol kesehatan juga bisa dijalankan masyarakat Rembang ini.

“Tentu kita berharap ada dermawan labih banyak lagi untuk saling bahu membahu, membantu, meringankan beban warga yang membutuhkan bantuan ini,”ujarnya.

Sebagai kumpulan Pegiat Sosial di Rembang tentu ia juga mengimbau kepada masyarakat luas supaya bisa selalu menerapkan 3 M dalam protokol kesehatan yang baik.

Mulai dari memakai masker, menjaga jarak, tidak berkerumun, dan mencuci tangan menggunakan sabun.

Selain itu juga perlu adanya keyakinan masyarakat untuk bisa selalu mematuhi peraturan pemerintah supaya selalu mengedepankan hidup sehat dan baik.

Salah satu warga Rembang yang melintas di area etalase sosial yang berada di depan kantor Pemkab Rembang Yono mengaku bangga dengan adanya kegiatan sosial ini.

Menurutnya, kegiatan sosial itu turut bisa membantu warga yang membutuhkan. Khsusunya bagi tukang becak, pejalan kaki dan lainnya.

“Ya nguwongke – uwong (ngehargai orang yang membutuhkan) tanpa mencantumkan namanya saat membantu. Ya bangga juga ya masih ada kegiatan semacam ini,”ucapnya.

Sementara itu, ia juga mengutarakan bahwa bantuan itu sangat berharga sekali bagi masyarakat kecil.

Selain dalam bentuk nasi dan minuman, ia juga memberikan masukan jika bantuan itu nantinya bisa ada yang bentuk masker atau pelindung dari Corona.

“Musimnya kan gini (wabah, red) mungkin ada masker. Ya yang harganya murah-murah tak apa apa. Sehingga nantinya bisa sebagai pengingat-ingat bagi warga yang tak memakai itu (masker, red),”paparnya. (Ed)

Point of Sales Lengkap
Catatan pembayaran Anda berantakan?
Aplikasi kasir Boskasir menyederhanakan proses penjualan usaha Anda dan mengelola transaksi lebih efisien.

All Device All Platform
Spesifikasi apa saja yang dibutuhkan ?
Minimal RAM 4GB, Spesifikasi lainnya bebas. Support semua OS : Windows, Linux, Android, IOS, Mac OS, Dll. Support Semua Device : PC, Laptop, HP, Tab, Dll.

Kami juga menyediakan jasa input data barang, sangat memudahkan owner bisnis. KLIK www.boskasir.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *