Jelang Berangkat Haji, Mbah Moen Pesan ke Taj Yasin Supaya tak Membuka Kamarnya Sebelum Wafat

oleh -807 views

Seputarmuria.com, REMBANG – Wafatnya KH. Maimoen Zubair saat proses menunaikan haji, pada Selasa (6/8) sekitar jam 04.00 waktu Makkah membuat para santri dan ulama se Indonesia turut berduka.

Mengingat, wafatnya ulama kharismatik yang menjadi pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Sarang Rembang tersebut sempat meninggalkan pesan mendalam bagi keluarga sebelum berangkat ke bandara beserta rombongan haji Al Hadi Sarang, pada Minggu (28/7) beberapa waktu lalu.

Dari pesan mendalam itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah yang juga putra Mbah Moen ke 9 Taj Yasin sempat dititipi kunci kamar pribadinya.

Hanya saja, kunci itu dititipkan terlebih dahulu kepada anaknya Mbah Moen yang pertama yakni Gus Ubab. Dalam cerita singkatnya, Taj Yasin mengutarakan jika ia dipasrahi kunci kamarnya Mbah Moen melalui kakaknya Gus Ubab.

“Sebelum berangkat, saya pribadi terakhir ketemu sama mbah, itu sudah mempunyai perasaan tak enak. Sebab saat itu mbah tak seperti biasanya,”kata Yasin mengawali ceritanya saat diwawancarai media di kediaman Mbah Moen Sarang Rembang, Selasa (6/8) pukul 17.00 WIB.

Dia melanjutkan, sebelum berangkat ke bandara menjelang keberangkatan, ia sempat dipanggil Mbah Moen untuk dibisiki sesuatu hal penting.

“Yasin kunci kamar saya tak serahkan ke kakakmu Ubab, kamar saya jangan buka dulu. Buka saja jika saya meninggal buka tak apa apa,”ungkap Yasin menirukan Mbah Moen saat berpesan.

Setelah mendapatkan pesan tersebut, Yasin lalu bersalaman dengan Mbah Moen dengan menundukan badan di bawah kursi Roda.

“Lalu saya sungkem di bawah kursi roda Mbah saat akan ke bandara. Saya juga memandang mbah lama. Namun menurut saya ada air mata Mbah yang ditahan. Di situ sudah tak enak perasaan ini,”bebernya.

Tak hanya dipasrahi kunci kamar, Yasin juga dipesan untuk melanjutkan pembangunan masjid, melanjutkan amalan shodaqoh dan persiapan tahlil.

“Pesan mbah Moen lainnya yakni untuk meneruskan pembangunan masjid, shodaqoh dan tahlil. Beliau sudah pesan seperti itu. Negara, kesatuan harus djaga, mendorong bersama sama program pemerintah,”paparnya.

Kemudian saat ditanya mengenai pemakaman Mbah Moen, ia mengutarakan jika pada Selasa (6/8) sekitar jam 13.00 waktu makah, jenazah ulama kharismatik itu sudah dimakamkan di pemakaman umum Jannatul Ma’la, Makkah.

“Proses pemakaman sendiri tadi, habis dzuhur ya sekitaran jam 1 setempat tadi, di Ma’la Makkah,”ucapnya.

Perlu diketahui, untuk keberangkatan ibadah haji KH. Maimoen Zubair dengan ditemani oleh istrinya yakni Ibu Heni Maryam Safaati dan 3 santri Al Anwar Sarang terjadwal mulai tanggal 28 Juli sampai dengan 20 Agustus 2019 mendatang bersama rombongan haji Al Hadi. 

Saat ini Mbah Meon mempunyai putra-putri sebanyak 10 orang. Di antaranya yakni Gus Ubab, Gus Najih, Nyai Ning Sofia, Gus Kamil, Gus Ghofur, Gus Rouf, Gus Wafi, Nyai Rodiah, Gus Yasin, dan Gus Idror, tanggal 28 juli pulang 20 agustus. 

Sementara itu, dari pantauan media sejak tadi pagi hingga malam ini ada ribuan santri dan tokoh masyarakat serta tamu masih berdatangan dan membacakan tahlil di halaman pondok pesantren Al Anwar Sarang Rembang. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *