Jawaban Wabup Atas Pandangan Umum Fraksi Gerindra Pada Pemkab Guna Dorong Revitalisasi Jaringan Pipa Air

oleh -147 views

Seputarmuria.com, PATI – Untuk merevitalisasi jaringan pipa air peninggalan Belanda di Trangkil dan Juwana, anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp 22,2 miliar.

Karena besarnya anggaran yang dibutuhkan, sejak 2014 Pemerintah Kabupaten Pati telah mengajukan permohonan bantuan kepada Pemerintah Pusat.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Pati Saiful Arifin dalam forum rapat paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Pati, Rabu (21/8/2019). Pernyataan itu merupakan jawaban atas usulan Fraksi Partai Gerindra melalui juru bicaranya, Noor Laila, dalam rapat paripurna sehari sebelumnya.

Jawaban pun dilontarkan Saiful Arifin ketika ia membacakan dokumen Jawaban Bupati Pati terhadap Pandangan Umum Fraksi DPRD atas Raperda tentang Perubahan APBD Kabupaten Pati 2019.

“Hingga 2019 ini juga sudah kami tindaklanjuti dengan mengusulkan kembali bantuan tersebut,” ujar pria yang akrab disapa Safin ini.

Ia menegaskan, bahwa usulan bantuan tersebut juga sudah masuk daftar Rekapitulasi Hasil Sinkronisasi dan Harmonisasi DAK (Dana Alokasi Khusus) 2020.

Untuk diketahui, pada rapat paripurna sehari sebelumnya, Noor Laila menyampaikan, Fraksi Gerindra menilai harus dilakukan revitalisasi pipa dari Trangkil ke Juwana. Sebab, pipa tersebut merupakan peninggalan Belanda yang sudah tua. Kondisi pipa yang terlalu tua dinilai mengakibatkan pelayanan kepada pelanggan tidak maksimal.

Selain itu, Fraksi Gerindra juga mengimbau PDAM Pati untuk mengevaluasi harga jual ke konsumen yang melebihi 20 meter kubik. Menurut Fraksi Gerindra, harga jual tersebut harus diturunkan.

Menanggapi hal ini, Safin mengatakan, tarif PDAM sejak 2014 belum pernah mengalami penyesuaian harga jual.

“Harga tersebut sudah terhitung sangat murah. Sebab, harga jual air per meter kubik masih di bawah tarif full cost recovery,” ungkap Safin membacakan dokumen jawaban bupati.

Apabila tarif harga jual ke konsumen diturunkan, lanjutnya, harus ada subsidi dari Pemkab Pati untuk menutup biaya operasional PDAM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *