Jawaban Bupati Soal Kekosongan Guru di Kabupaten Pati

oleh -365 views

Seputarmuria.com, PATI – Bupati Pati Haryanto menyampaikan jawaban dan penjelasan atas Pandangan Umum Fraksi atas Raperda tentang APBD Kabupaten Pati Tahun Anggaran 2020. Jawaban tersebut disampaikan dalam rapat paripurna dengan DPRD Pati, Sabtu (2/11/2019).

Dalam penyampaian jawaban, Bupati didampingi Wakil Bupati beserta Sekda dihadapan ketua DPRD, Wakil ketua, serta 44 anggota dewan yang hadir.

Bupati memberikan jawaban atas pandangan umum Fraksi PDIP dan Demokrat di bidang pendidikan. Untuk kekosongan guru sesuai PP Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 pasal 59 ayat (3) yang berbunyi ‚ÄúDalam hal terjadi kekosongan guru, Pemerintah Pusat atau pemerintah Daerah wajib menyediakan guru pengganti”.

Bupati mengatakan, untuk menjamin keberlanjutan proses pembelajaran pada satuan pendidikan yang bersangkutan, Sekolah di wilayah Kabupaten Pati bukan termasuk kategori daerah khusus sebagaimana ketentuan tersebut.

Ia pun menyampaikan, Pemkab akan segera mengkaji bersama pihak terkait sehubungan dengan pengangkatan guru pengganti di satuan pendidikan di wilayah Kabupaten Pati karena menyangkut konsekuensi anggaran dengan dikeluarkannya SK Guru Pengganti.

“Berdasarkan surat edaran terbaru dari Kemendikbud untuk keperluan PPG cukup menggunakan Surat Keterangan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” jelas Bupati.

Sedangkan jawaban untuk fraksi PKB, Bupati mengatakan kekosongan guru pada Pemerintah Kabupaten Pati akan diisi dari formasi CPNS dan formasi PPPK. Untuk formasi guru pada CPNS tahun 2018 sebanyak 381 orang telah ditempatkan untuk mengisi kekosongan guru pada SD dan SMP di lingkungan Pemkab Pati.

Bupati menyebut, untuk tenaga guru dari formasi P3K yang telah dinyatakan lulus passing grade akan diangkat menjadi P3K sebanyak 375 orang.

“Selanjutnya formasi CPNS tahun 2019 Pemerintah Kabupaten Pati memperoleh alokasi formasi untuk tenaga guru sebanyak 328 yang nantinya juga akan ditempatkan untuk mengisi kekosongan guru yang ada,” imbuh Haryanto.

Bupati juga menjelaskan telah dilakukan seleksi penerimaan P3K dari honorer eks K-2 guru, tenaga kesehatan dan penyuluh.

“Hingga sekarang, Pemkab Pati masih menunggu regulasi Pemerintah Pusat terkait penggajian dan nomenklatur jabatan P3K. Pemkab Pati akan selalu berkoordinasi dan mengawal kebijakan tersebut,” pungkasnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *