Jangan Pandang Sebelah Mata, Warga Binaan Rutan Rembang Rajin Mengaji di Pesantren

oleh -423 views

Seputarmuria.com, REMBANG РSetiap orang tentunya bakal memandang sebelah mata terhadap penghuni rutan atau penjara. Namun jangan salah, mereka yang menghuni penjara pun ada sisi positifnya yang dilakukan sehari-hari. 

Misalkan saja mengaji, kerja bakti atau juga kegiatan keagamaan lainnya. Sehingga mereka juga ingin merubah nasib atau sikap yang sebelum mereka kerjakan saat sebelum mereka masuk di rutan ini.

Oleh sebabnya, Pesantren At-Taubah yang didirikan di dalam kompleks Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Kabupaten Rembang menjadi pengantar menuju kebaikan bagi para warga binaan setempat. 

Melalui berbagai bimbingan ibadah dan pengajian inilah mengahbiskan waktu demi menjalani masa hukuman serta berharap mendapatkan kesempatan untuk kembali menempuh jalan yang benar, sesuai tuntunan agama.

Rutan yang berlokasi di tepi Jalur Pantura ini diramaikan oleh suara saling bersahutan dari ratusan warga binaan yang khusyuk melantunkan ayat Alquran dan bacaan dzikir dengan bimbingan penyuluh Kantor Kementrian Agama setempat.

Abdurrahman, salah satu penghuni Rutan mengaku kerasan dengan diadakannya pengajian di Rutan setempat. Setiap hari, dirinya bersama rekan warga binaan lain banyak menghabiskan waktu di pengajian.

“Banyak bimbingan rohani yang kami dapatkan dari sini, mulai dari belajar salat dan bacaannya. Kalau mengaji ada yang tidak bisa sama sekali dari Iqro, hingga melancarkan bacaan Alquran. Sejak jam 07.00 pagi hingga siang dilanjut salat zuhur,” bebernya.

Dengan mengikuti kegiatan rohani, dirinya yang kini tengah menjalani masa hukuman 10 bulan, merasa masih ada kesempatan untuk bertobat. 

“Dulu saya melanggar hukum karena sering mengikuti hawa nafsu. Setelah keluar dari sini saya hanya ingin menjadi orang yang lebih baik,” ungkapnya.

Sementara warga binaan lainnya, Supriyanto , yang ternyata seorang Hafidz atau penghapal AlQuran 30 Juz mengaku sangat menyesali perbuatannya. kini sehari-hari ia mengajarkan rekan sesama penghuni Rutan untuk fasih mengaji.

Dirinya yang terjerat Pasal 363 KUHP, kini tengah menjalani 5 bulan dari 1 tahun 4 bulan masa hukuman. 

“Saya sangat ingin kembali kenjadi orang baik, itu harus saya lakukan, apalagi ada keluarga dan anak menanti di rumah,” ujarnya.

Petugas penyuluh agama di Rutan Kelas IIB Rembang, Mahfut, mengatakan, Kegiatan keagamaan merupakan inisiasi dari pihak Rutan bekerjasama dengan Kantor Kementrian Agama  Rembang. 

Setiap pagi hingga waktu Zuhur, bimbingan ibadah dan pengajian digelar terpusat di masjid kompleks Rutan Kelas IIB Rembang. 

Pihaknya membina ibadah, praktek salat baik wajib maupun sunnah, puasa, dan sebagainya. 

“Secara rutin kegiatan ini kami adakan sejak tahun 2005. Mereka dibina agar menjadi orang yang lebih baik dan mudah-mudahan setelah keluar dari sini sudah betul-betul bertaubat dan selalu beribadah mendekatkan diri kepada Allah SWT,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Rutan Kelas II B Rembang Ruspriyatno melalui petugas  Pelayanan Tahanan 

Sri Nurwiyani didampingi petugas  Bimbingan Rohani  Imam , mengatakan, saat ini ada 125 tahanan beragama Islam yang mengikuti pengajian di Pesantren.

 “Mereka setiap hari Senin dan Kamis ada bimbingan rohani dari Kemenag. Selain hari itu, ada cara cepat membaca Alquran. Kami juga mengadakan salat jamaah Zuhur dan Ashar di Masjid,” terangnya.

Sejak lima tahun didirikan, manfaat dari Pesantren At-Taubah sangat terasa  bagi warga binaan. Bimbingan rohani selama di Rutan berhasil menjadi bekal mereka.

¬†“Banyak yang sudah keluar, menjadi orang baik. Ada juga beberapa yang ikut datang membantu ¬†mengajar di sini, mengajarkan amalannya kepada warga binaan,” imbuhnya. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *