Inovasi Layanan Kesehatan tak Melulu Soal Kemajuan Teknologi

oleh -187 views

Seputarmuria.com, PATI – Digelarnya berbagai rangkaian kegiatan di bidang kesehatan dalam rangka memperingati HKN ke 55 menunjukkan bahwa betapa, kesehatan itu sangat penting dalam kehidupan. Sehingga masyarakat yang hidup di era kemajuan teknologi seperti saat ini, berpendapat bahwa kesehatan satu hal yang harus diperhatikan.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Pati Haryanto saat diwawancarai usai menghadiri pembukaan dan tinjau stand dalam Pameran Inovasi Kesehatan yang bertempat di Stadion Joyo Kusumo, Rabu (6/11/2019).

“Tak hanya itu, manakala kita memberikan pelayanan kesehatan yang tidak baik, pasti akan muncul di media sosial yang ada. Oleh karena itu, disini kita menampilkan pelayanan – pelayanan kesehatan inovatif yang diselenggarakan oleh tenaga maupun pelayanan kesehatan yang ada”, ujarnya.

Bupati Pati juga menekankan bahwa untuk hidup sehat, tidak harus dengan minum obat. Tapi harus dapat menerapkan hidup sehat mulai dengan makan makanan yang sehat, olahraga dan seterusnya.

“Dengan ini, masyarakat juga akan tahu bahwa di dalam bidang kesehatan, juga memberikan bentuk – bentuk pelayanan yang lain. Seperti di Puskesmas yang memberi layanan pijat, jadi tidak melulu dengan teknologi”, tegasnya.

Di tahun ini, lanjut Bupati, yang menjadi perhatian Bupati ialah fokus pada pencegahan dan penanganan stunting. Bahkan, ia mengungkap bahwa telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar di tahun 2020 mendatang.

“Anggaran cukup besar, sebab ada beberapa dinas terkait yang kita gerakkan untuk menangani permasalahan ini. Yaitu, Dinas Kesehatan, Bappeda, Dinas Sosial, Dispermades serta Disdikbud”, jelasnya.

Sedangkan di akhir tahun 2019 ini, Bupati melanjutkan, melakukan pemetaan – pemetaan serta meneruskan anggaran yang masih tersisa. Namun di tahun 2020 nanti semuanya telah terintegrasi dan semoga dapat menurunkan angka stunting.

“Semoga dari semua lini dapat membantu. Bahkan saya pun akan membut regulasi, sebagian dari dana desa digunakan untuk penanganan dan pencegaham stunting. Ada 12 desa yang mendapat intervensi khusus, sedangkan untuk semua desa fokus untuk pencegahan”, pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Edy Siswanto dalam laporannya mengatakan dengan digelarnya Pameran Inovasi Layanan Kesehatan ini, menunjukkan tentang keunggulan layanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut (FKTL) di Kabupaten Pati.

“Di pameran ini, para peserta dari tenaga kesehatan di Kabupaten Pati, dapat menunjukkan inovasinya, berinterakti serta memberikan layanan kesehatannya kepada masyarakat”, katanya.

Selain itu, dengan kegiatan ini, ia berharap adanya kesinambungan antara Usaha Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Usaha Kesehatan Perorangan (UKP) agar lebih terarah. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *