Ijin Beli Es, 1 Napi Dinyatakan Kabur

oleh -475 views

Seputarmuria.com, PATI – Selamet Wibowo atau yang akrab disapa Bowo (28), narapidana Lapas Kelas II B Pati, melarikan diri dari jeruji besi. Terpidana yang divonis penjara 2,5 tahun atas kasus penipuan dan penggelapan mobil tersebut merupakan warga Desa Kedalingan, Kecamatan Tambakromo.

Rabu (19/6/2019), Kepala Bagian Pembinaan Lapas Kelas II B Pati Krismiyanto saat dikonfirmasi mengatakan bahwa Bowo kabur pada Minggu (16/6/2019) lalu.

Ia juga menjelaskan bahwa Bowo merupakan napi yang sudah menjalani masa asimilasi atau pembinaan di luar lapas menjelang pembebasan sejak tiga bulan terakhir.

Sesaat sebelum kabur, Bowo mendapat perintah dari petugas pengawalnya untuk membersihkan kandang dan memberi makan bebek di rumah dinas lapas yang bertempat di selatan Lapas.

Sesampainya di kandang bebek, Bowo dan pengawalnya mendapati ada beberapa bebek yang sakit. Mereka pun pada pukul 15.00 WIB pergi ke Pasar Puri untuk membeli obat dan pakan ternak.

“Setelah obat dan pakan didapat, Bowo tiba-tiba minta izin untuk membeli es di sekitar pasar. Jarak dari tempat pembelian obat diperkirakan tidak sampai 10 meter. Namun, Bowo tak kunjung kembali. Ketika ditanyai petugas, penjual es menyatakan tidak tahu”, ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, sesaat setelahnya, petugas langsung mencari Bowo dan menghubungi atasan untuk bantuan pencarian,” ujarnya. Namun ketika pihaknya telah mendatangi rumah Bowo, keluarganya mengatakan Bowo tidak pulang ke rumah.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan kepada pengawal napi yang diasimilasi. Selain itu, kami juga berkordinasi dengan kepolisian untuk memburu Bowo”, pungkasnya.

Bowo mulai menjalani masa tahanan sejak 29 Juni 2018. Dan akan bebas pada 11 Desember 2020, setelah mendapat remisi selama 15 hari pada hari raya Idul Fitri tahun ini.

Sementara, Kepala Lapas Kelas II B Pati Irwan Silais menjelaskan, berdasarkan telepon genggamnya yang aktif, Bowo terlacak berada di Demak pada Minggu malam. Adapun pada Senin (17/6/2019), ia terpantau berada di Salatiga. 

Irwan menegaskan, pihaknya akan mencabut semua hak Selamet Wibowo yang telah diberikan negara padanya sebagai seorang narapidana. Pemerintah juga akan mencabut remisi umum Idul Fitri selama lima belas hari yang telah diterimanya, termasuk hak asimilasi (pembebasan bersyarat). (Er)


Caption : Kepala Lapas Kelas II B Pati Irwan Silais menunjukkan foto Selamet Wibowo (28), narapidana yang melarikan diri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *