Hadiri Peringatan Maulid Nabi, Bupati Sampaikan Alasan Penundaan Pilkades Ngablak

oleh -316 views

Seputarmuria.com, PATI – Kamis (5/12/2019) malam, digelar Pengajian Umum dalam rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Turut hadir Bupati Pati, Sekda, Forkopimda, OPD, Camat, Ormas NU, Muhammadiyah, Pemuda Pancasila dan para Ulama dan Umaro’.

“Peringatan maulid nabi Muhammad SAW ini dimaksudkan untuk meningkatkan semangat kita untuk terus meneladani Rasulullah. Dan dengan mengagungkan nama Rasulullah kita juga mendapatkan safaat di dunia maupun akhirat”, tutur Bupati dalam sambutannya.

Ia pun bersyukur, bahwa sudah genap 7 tahun kebersamaan antara ulama dan Umaro’ lewat kegiatan semacam ini.

“Alhamdulillah bisa bersatu padu rukun semacam ini, tidak memandang dari kalangan atau aliran apa saja karena tujuannya adalah membangun kebersamaan dan keguyuban”, imbuhnya.

Dalam momen itu, Haryanto juga menjelaskan bahwa, pada 21 Desember 2019 mendatang, rencananya 122 desa di Kabupaten Pati akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak.

“Namun, ada satu desa yang terpaksa menunda pelaksanaan Pilkades hingga periode mendatang. Desa yang dimaksud ialah Desa Ngablak, Kecamatan Cluwak”, ucap Bupati.

Keputusan ini diambil, lanjut Bupati, karena sekarang tinggal tersisa satu Calon Kades (Cakades) di Desa Ngablak.

“Sebetulnya, sebelumnya ada tiga Cakades, namun satu orang mengundurkan diri dan satu lainnya dinyatakan tidak memenuhi syarat”, imbuhnya.

Bupati meyakini, apabila Pilkades di Ngablak diteruskan, hal tersebut akan rawan gugatan.

“Aturannya, bisa diberi perpanjangan waktu 20 hari (untuk menambah Cakades) kalau pendaftar hanya satu. Namun, ini kan sebetulnya calon yang sudah ditetapkan ada tiga. Hanya saja satu mundur dan satu tidak memenuhi syarat. Jadi tidak bisa diperpanjang, tidak ada aturan dan landasan hukumnya”, papar Bupati.

Ia menegaskan, penundaan perlu dilakukan agar tidak terjadi gugatan.

“Kasihan apabila Kades terpilih nantinya malah dibatalkan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Sudah habis uang banyak, kalau tidak jadi dilantik ya rugi. Pemda rugi, calon yang jadi rugi, masyarakat juga rugi. Makanya lebih baik ditunda sampai periode berikutnya”, ucapnya.

Haryanto tak lupa memohon doa restu pada masyarakat yang hadir agar Pilkades serentak pada tanggal 21 Desember mendatang berjalan aman dan lancar.

“Semoga nanti terpilih kepala desa sesuai harapan masyarakat, yang bisa melayani masyarakat dengan baik dan bisa jadi teladan”, pungkasnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *