Gus Zaim Sebut People Power Sebagai Gerakan “Keblabasan”

oleh -1,256 views

SEPUTARMURIA.com, REMBANG – Pengasuh pondok pesantren Kauman Kecamatan Lasem Zaim Ahmad Ma’shoem menyebut jika ada people power (gerakan massa) terkait hasil rekapitulasi suara di tingkat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat merupakan gerakan yang sudah melampaui batas.

Menurutnya, jika ada salah satu kubu memang tidak menerima hasil pemilu atau hitungan akhir tersebut dapat menempuhnya sesuai jalur hukum atau aturan yang berlaku.

“Gerakan yang bersifat masif untuk penolakan (people power) menurut saya itu kurang pas. Karena semua ada mekanisme KPU, ada mekanisme bawaslu,”katanya saat diwawancarai wartawan di kediamannya Lasem, Selasa (14/5) siang

Oleh karenanya, ia mengemukakan bahwa mekanisme itu bisa ditempuh dan tidak serta merta membuat cara tersendiri yang keluar dari koridor hukum.

“Jika toh ada seseorang yang memaknai gerakan people power bukan sebagai gerakan massa atau unjuk rasa secara fisik, tapi kalao dikonsolidasi berbentuk imbauan itu silahkan. Namun jika menggerakan massa di salah titik (tujuan, tempag, red) untuk protes dan sebagainya, menurut saya itu terlalu keblabasan (melampaui batas). Dan itu tidak sesuai,”bebernya.

Sementara itu, ia juga menandaskan jika memang ada dugaan pelanggaran, maka pihak yang berkontestasi politik harus menempuh mekanisme sesuai aturan yang ada.

“Ada Bawaslu tempat melapor (jika ada dugaan kecurangan). Toh kalau kurang, barang kali ada pengadilan. Jika di ranah pengadilan umum ya di pengadilan umum. Itu semua ada tata caranya semua,”papar dia.

Tak sampai di situ saja, ia juga mengatakan bila memang ada dugaan dugaan yang dituduhkan maka pihak yang bersengketa juga bisa melaporkan kepada pihak berwajib lainnya.

“Kalau itu (dugaan permasalahan) cukup bisa dilaporkan di kantor polisi ya disampaikan di kantor polisi. Dan kalau aparat aparat hukum tidak kita percayai, maka ke mana lagi kita harus ini (mengadu)?,”ujar dia sembari menjelaskan mekanisme yang ada. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *