Gus Kamil : PPP Rembang tak ada Penjaringan Bacabup, yang ada Hanya Penjaringan Bacawabup

oleh -90 views

Foto : ilustrasi

Seputarmuria.com, REMBANG – Ketua DPC PPP Rembang Madjid Kamil mengatakan jika di pemilihan bupati tahun 2020 ini partai yang ia pimpin tersebut tak membuka penjaringan untuk bakal calon bupati (Bacabup). 

Namun Gus Kamil (sapaan akrabnya) mengutarakan jika akan membuka penjaringan bakal calon wakil bupati (Bacawabup) Rembang pada bulan Desember ini.

Hal itu dikatakan saat diwawancarai media di ruang kerjanya di kantor DPRD Rembang, Kamis (12/12/2019) siang.

Ia menyebut, untuk penjaringan Bacabup Rembang memang ditiadakan. Sebab partai berlambang Ka’bah inipun sudah mempunyai Bacabup tunggal yang telah disepakati secara bersama-sama oleh PAC di Rembang pada awal Desember 2019 beberapa waktu lalu.

Akan tetapi, sebelum menjawab mengapa ia tak membuka penjaringan itu, putra Alm KH. Maimoen Zubair inipun ingin mengklarifikasi statemennya yang merasa disalah artikan oleh seseorang saat temu kader di kantor DPC PPP Rembang di Jalan Pemuda Rembang pada Selasa (1/10/2019) bulan lalu.

“Sekarang itu banyak yang harus dikonfirmasi, supaya tak terjadi sesuatu yang tak diharapkan. Politik ya politik tapi jangan menjatuhkan, jangan mengklaim,”kata dia menceritakan statemennya yang disalah artikan seseorang.

Kemudian, ia juga menilai bahwa satatemennya saat temu kader di kantor PPP itupun diklaim seseorang atau disalah artikan secara sepihak.

“Saya dulu juga pernah diklaim, disalahkan orang. Bahwa saya pernah mendeklarasikan secara internal (salah satu calon Bupati Abdul Hafidz). Dan itu bukan mendeklarasikan secara umum atau secara resmi. Sebab itu dalam hal temu kader saja,”kata Kamil mengawali ceritanya.

Dia melanjutkan, saat temu kader tersebut, ia sempat menanyakan kepada kader yang hadir. Baik itu PAC dan lainnya. Pertanyaan yang ia lontarkan yakni perihal pemilihan Bupati tahun 2020. Dan kader lain pun menjawab serentak Pak Abdul Hafidz saja.

“Lha ketika saya tanya bagaimana Pilkada Bupati? Mereka menjawab ya sudah setuju Pak Hafid semua. Dan itupun bukan mendeklarasikan secara umum. Dulu seperti itu (ceritanya, red), makanya (saya, red) diserang (berita, red). Kan deklarasi secara resmi (aturan, red) kan belum,”ungkapnya.

Di sisi lain, Gus Kamil juga mentaati aturan yang ada. Baik dari KPU maupun DPP PPP yang harus diambil dalam penentuan calon tersebut.

“Ya kita harus mentaati kedua belah pihak yakni DPP juklaknya seperti apa, KPU seperti apa. Nah kita menunggu itu,”paparnya.

Setelah itu, ia pun menjawab pertanyaan wartawan terkait perihal bakal calon bupati (Bacabup) tersebut. Bahwa pihaknya saat ini sudah mengantongi 1 nama. Di mana nama itu ia dapatkan saat kegiatan musyawarah kerja cabang (Muskercab) yang digelar oleh DPC PPP Rembang sekitar awal Desember 2019 lalu.

“Al Hamdulillah sudah mengadakan Muskercab awal Desember 2019 lalu. Dan di situ semua sudah menyetujui yang kita usung ialah bapak Abdul Hafidz. Hanya saja, deklarasinya (secara resmi – aturan) kan belum. Dan Al Hamdulillah PAC (Pimpinan Anak Cabang) PPP tidak mencabut (dukungan) saat menjawab pertanyaan saya lalu saat di temu kader dahulu kala itu lho,”terangnya menjelaskan.

Sementara itu, pihaknya juga menjelaskan jika di Juklaknya DPP itu, pihak DPC wajib untuk menjalankan proses penjaringan Bacabup maupun Bacawabup. Hanya saja, di juklak itupun ada aturan yang menyebutkan jika DPC boleh memprioritaskan kadernya sendiri.

“Di juklaknya DPP mengharuskan untuk DPC-DPC wajib menjaring orang. Selain itu juga DPC memperbolehkan mempriotiaskan orangnya (kader) sendiri. Sehingga untuk penjaringan bakal calon bupati kita tiadakan. Sebab kita sudah mempunyainya sendiri (kader yang kita ajukan),”ujar Kamil.

“Kalau calon bupati, kita tidak mengadakan penjaringan. Kalau calon wakil bupati nanti ada penjaringannya yakni Desember ini. Dan di DPC sudah membentuk tim 9. Tim itu yang tugasnya melakukan penjaringan calon wakil bupati,”sambungnya.

Kemudian, ia pun mengutarakan jika di tubuh PPP sendiri diberikan batas waktu sampai akhir Desember 2019 ini dalam hal penjaringan.

“Batas waktu terakhir yang diminta DPP yakni akhir Desember ini. Perlu diingat, DPC (yang saya pimpin) ini tidak yang menentukan. Namun yang menentukan adalah DPP,”ucap Kamil.

Sementara itu, saat ditanya terkait adanya isu atau informasi di media massa jika ada kader atau pendukung (PPP) yang mengantarkan bakal calon wakil bupati mengikuti penjaringan di partai lain di Semarang, ia menyatakan jika hal itu wajar dan sah saja. 

“Kita membuka (diri, terbuka) kader PPP pun tak melarang, seandainya mendaftar di salah satu partai lain misalnya ya silahkan. Dan jika ada kader (pendukung) kita yang mengantarkan salah satu calon (partai lain) ya sah sah saja. Pelanggaran apa?. Bisa saja kan, juga ada kemungkinan DPC (PPP) itu akan koaliasi dengan partai tersebut. Hanya saja untuk koalisi juga masih jauh (waktunya),”bebernya.

Di sisi lain, saat dikonfirmasi oleh wartawan siapa kader atau pendukung tersebut yang dimaksud oleh media massa yang ikut mengantarkan Bacawabup yang mendaftar di penjaringan partai lain di Semarang, ia pun tak berkeinginan menjelaskan secara rinci.

“Ya saya sudah tahu, yang mengantar juga saya tahu. Misalkan kader kita PPP siapapun boleh mendaftar boleh. Cuma nanti bagaimana (mekanisme partai), nanti kita rapatkan. Saya juga tidak otoriter kok. Juga melihat atasan saya di DPW, DPP maksudnya kader nyalon ke sini (partai lain) dan ke sana (partai lain) ya kita tindak lanjuti (mekanismenya, aturan partai),” pungkasnya mengakhiri. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *