Genap 40 Hari, KKN Mahasiswa IPMAFA Tuai Apresiasi

oleh -580 views

Seputarmuria.com, PATI – Bertepatan dengan hari lahirnya Ipmafa 4 September serta ulang tahun ke -11, akan dilaksanakan penarikan mahasiswa yang telah menyelesaikan program KKN selama kurang lebih 40 hari di dua kecamatan yaitu Dukuhseti dan Cluwak, dan terbagi dalam 20 kelompok.

Selama 40 hari melaksanakan KKN, banyak hal yang bisa di ketahui berdasarkan program apa yang dilakukan mahasiswa dibawah bimbingan DPL serta arahan kepala desa, tokoh masyarakat serta camat.

Wakil Rektor 1, Dr. A. Dimyati mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua pihak atas suksesnya KKN Ipmafa 2019. Sebab, KKN ini sukses lantaran adanya peran maupun dukungan Camat, Bappeda, masyarakat, kepala desa serta DPL.

“KKN ini diikuti 206 mahasiswa. Ada beberapa program unggulan yang telah selesai dilaksanakan”, ujarnya.

Program KKN yang dimaksud yaitu program posyandu remaja yang bertempat di Dukuhseti, posyandu lansia di Wedusan, revitalisasi madrasah diniyah di Dumpit, taman baca “Bina Karakter Ceria” di Sirahan, kopi petik merah di Medani, tepung mocaf di Karangsari, sabun mandi dan sabun cuci di Plaosan, revitalisasi makam ulama di Dumpil, optimalisasi pengelolaan BUMDes di Gerit.

“Program unggulan ini artinya program yang memiliki bakat signifikan kepada masyarakat dimana KKN tersebut dilaksanakan”, imbuhnya.

Program ini, lanjut dia, bukan yang sekali jalan langsung selesai tetapi berkelanjutan. Sebab KKN ini bukan sekedar melepaskan mahasiswa untuk bebas dari tugas dari kampus, tetapi justru belajar dari masyarakat sekaligus berperan dengan program yang dilaksanakan.

“Oleh karena itu bahwa program ini harus benar-benar disesuaikan dengan praktik agar benar-benar tercapai dan manfaatnya dapat dirasakan oleh semua pihak”, pungkasnya.

Sementara itu, perwakilan Camat Cluwak, Darmono yang juga selaku Sekcam menyampaikan, khusus KKN di kecamatan Cluwak pihaknya mengatakan sangat luar biasa.

“Nantinya siswa yang dari Cluwak banyak masuk di Kampus Ipmafa, dimana yang saya dengar tadi di mars Ipmafa yaitu unggul dan sholeh. Menurut saya sangat luar biasa, ini tidak disamai perguruan tinggi yang lain”, tandasnya.

Sedangkan Camat Dukuhseti, Wahyu Uriyanto mengatakan selama KKN, mahasiswa menerapkan ilmu untuk diterapkan di masyarakat. Terima kasih atas pengabdiannya, inovasi yang dibuat, dan ini akan membuat suatu perubahan.

“Saya berharap yang baik bisa disampaikan kepada pihak luar, dan apabila mungkin yang kurang inilah sebagai pengalaman kalian untuk nantinya bisa memperbaiki. Wilayah masyarakat di desa banyak karakter yang bermacam-macam, dan itulah potret masyarakat. Tetaplah menjadi agen perubahan yang selalu inovatif dan idealis, karena kalian sebagai generasi penerus bangsa”, pesannya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *