Ganjar Imbau Masyarakat, Tak Hanya Menanam Saja Namun Juga Pastikan Pohon Hidup atau Tidak

oleh -26 views

Seputarmuria.com, PATI – Bupati Pati Haryanto bersama Wakil Bupati Saiful Arifin turut mendampingi Gubernur Ganjar Pranowo dan Kepala BNPB Doni Monardo melakukan penanaman pohon di kawasan Pegunungan Kendeng.

Hal ini sebagai salah satu bentuk sinergitas dalam menangani kerusakan lahan di Pegunungan Kendeng. Yaitu dilakukan penanaman pohon bersama antara Pemerintah Kabupaten Pati, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, di desa Sumbersari Kecamatan Kayen, Rabu (15/1/2020).

Dalam perjalanan menuju lokasi penanaman, mereka kompak memunguti sampah yang berceceran di lokasi wisata Lorodan Semar, sebagai tempat penanaman pohon.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan tindakan yang perlu dilakukan adalah mitigasi lingkungan dari hulu ke hilir. Dimana terlihat relatif rusak di sisi hulu. Pihaknya pun melakukan penghijauan di sepanjang Muria, yaitu jalur Pegunungan Kendeng untuk memperbaiki lingkungan.

“Bareng- bareng kita melakukan penanaman di musim hujan ini, karena terjadi kerusakan yang cukup parah di lahan Kendeng,” ujarnya.

Sementara di bagian tengah, Gubernur menegaskan menjadi wewenang provinsi melalui BBWS untuk memperbaiki. Sedangkan untuk pencegahan banjir, Ganjar optimis belum terlambat untuk melakukan perbaikan lingkungan. Salah satu diantaranya, dengan penghijauan di Gunung Kendeng yang kini menjadi lahan kritis.

Namun ia menyebut, butuh waktu 3-4 tahun agar pohon yang ditanam bisa efektif menahan air.

“Tidak bisa ‘mak bedunduk’ langsung jadi. Kedatangan kami kesini, bersama Pak Doni jauh- jauh dari Jakarta sebagai bentuk kepedulian untuk menghijaukan Kendeng lagi,” ujarnya.

Ganjar menegaskan, dalam penghijauan yang perlu dicermati bukan hanya menanam saja. Namun dibutuhkan merawat pohon yang telah ditanam. Ia mengatakan, dibutuhkan waktu tiga tahun untuk pohon agar bisa tumbuh mandiri.

“Menanam itu bukan dihitung berapa yang ditanam, tapi berapa yang hidup. Jadi mesti ada kelompok masyarakat yang diberi tanggung jawab untuk merawat pohon yang telah ditanam,” tegasnya.

Gubernur pun berpesan agar masyarakat yang menanam pohon, dapat melakukan pengecekan kembali apakah pohonnya bisa hidup atau tidak.

“Untunglah masih musim penghujan, apalagi di daerah karst seperti ini pohon perlu banyak disiram,” imbuh Ganjar.

Sementara itu Bupati Haryanto berharap, dengan adanya penanaman bibit ini, hutan di pegunungan Kendeng diharapkan dapat kembali lestari. Sehingga, air hujan akan terserap dengan baik dan berbagai bencana alam, di antaranya banjir dan tanah longsor dapat dicegah. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *