Gambarkan Ketulusan Cinta Melalui Pena

oleh -126 views

Seputarmuria.com, PATI – Sibuk tak apa, asal kau sempat Gelap tak apa, asal kau dekat. Itulah dua larik awal dari sajak berjudul “Usai Dingin Tak Apa, Asal Kau Dekap” gubahan Adinda Ranicha Wati (16), siswi kelas XI MIPA SMAN 2 Pati.

Puisi tersebut termuat dalam antologi puisi “Menenun Rinai Hujan” (2019). Dalam buku tersebut, puisi karya Adinda berbagi ruang dengan puisi karya Sapardi Djoko Damono, pensyair senior tanah air.

Tema puisi tersebut ialah cinta. Tema yang dekat dengan kehidupan remaja.

“Puisi yang saya tulis berisikan ketulusan cinta kepada manusia, entah itu pada sahabat atau kekasih. Bila kita mencintai sesuatu dengan ikhlas, kita percayakan semua pada takdir. Saya mendapat inspirasi itu ketika saya mengalami hal itu sendiri. Kesedihan saya coretkan di selembar kertas dan menjadikannya sebuah puisi,” ucap putri tunggal dari pasangan Alex Andrianto dan Erna Irawati ini, ketika ditemui di perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Pati, Sabtu (26/10/2019).

Adinda merasa bahagia, bersama 99 penulis puisi lainnya, ia bisa berkarya dalam satu buku kolaboratif bersama Eyang Sapardi (begitu ia menyebut Sapardi Djoko Damono), penyair kesukaannya.

Untuk bisa satu buku dengan puisi Sapardi, puisi Adinda harus bersaing dengan ribuan puisi lainnya dalam kompetisi “Impian Sebuku” yang diadakan sebuku.net, sebuah platform kolaborasi literasi. Total ada 4.000 puisi dari penulis (khususnya pemula) setanah air yang diikutkan dalam ajang ini, untuk diseleksi 100 terbaik di antaranya.

Adinda mengatakan, dirinya telah meminati puisi sejak kelas 7 SMP. Setidaknya satu kali dalam sepekan, ia selalu menyempatkan diri menulis puisi.

Gadis asal Puri Baru, Kecamatan Pati ini menyadari, minatnya pada puisi harus diasah dengan belajar secara serius. Suatu hari, ia ingin mengikuti kelas menulis bersama pensyair idolanya.

“Saya juga berkeinginan untuk kuliah di jurusan sastra. Jurusan sastra adalah satu dari tiga jurusan yang saya cita-citakan, di samping Ilmu Komunikasi dan Hubungan Internasional,” ujarnya mantap.

Adinda berharap, ia bisa konsisten berkarya dan mengikuti berbagai perlombaan menulis puisi. Ia merasa beruntung, orang tuanya memberinya dukungan penuh dalam menekuni hobinya menulis puisi.

“Kata Mama, daripada nunduk cuma buat main HP, lebih baik nunduk untuk menulis karya,” ujar Adinda semringah.

Selain menulis puisi, Adinda juga memiliki beberapa minat lain, di antaranya public speaking, dalam hal ini pembawa acara dan presenter berita. Bahkan, ia kini aktif sebagai pembawa berita di satu di antara stasiun televisi lokal Pati.

Adinda mengaku, selain menulis puisi, ia memang gemar berbicara dan beraksi di depan kamera. Kegemarannya ini juga telah mendatangkan prestasi baginya.

Di antaranya, bersama Alan Beka, ia meraih Juara 1 Lomba Vlog Festival Kopi Pati yang diadakan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati (2019). Kemudian, bersama Beca Foundation, ia meraih Juara 2 Video Clip ASG (Asean Schools Game) 2019 Tingkat Jawa Tengah. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *