Empat Desa di Kecamatan Undaan – Kudus Didroping Air Bersih Oleh SG Rembang

oleh -608 views

Seputarmuria.com, KUDUS – Sebanyak empat desa di Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus diberikan bantuan air bersih dari PT Semen Gresik Pabrik Rembang, Kamis (10/10).

Dalam pemberian bantaun itu, pihak perusahaan plat merah tersebut dibantu oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kudus.

Di mana,  bantuan sebanyak 100.000 liter air bersih yang secara simbolis dilaksanakan di Desa Glagahwaru ini merupakan bentuk kepedulian sosial PT Semen Gresik yang tidak hanya menyasar kawasan sekitar perusahaan saja, namun juga daerah lainnya.

Keempat desa yang dibantu progam Corporate Social Responsibility (CSR) ini adalah Desa Glagahwaru, Kutuk, Terangmas dan Lambangan. 

Dari informasinya, selama beberapa bulan, warga empat desa ini mengalami krisis air bersih seiring musim kemarau berkepanjangan tahun ini.

Kepada wartawan, Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum PT Semen Gresik Gatot Mardiana mengatakan sejak Januari hingga Oktober 2019, jajarannya sudah mengucurkan bantuan 675.000 liter air bersih untuk ribuan warga yang ada di puluhan desa belasan kecamatan wilayah Kabupaten Rembang maupun sekitarnya. 

Penyerahan bantuan air bersih itu dengan menggandeng berbagai lembaga mulai dari kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan lainnya.

“Semen Gresik berkomitmen ingin tumbuh, berkembang dan berkontribusi positif bagi masyarakat, tidak hanya kawasan sekitar perusahaan namun juga daerah lainnya. Kegiatan di Kudus ini merupakan bagian dari wujud komitmen itu,” kata Gatot Mardiana, Kamis (10/10).

Kemudian terkait persoalan krisis air bersih yang dialami warga, Semen Gresik tak hanya membantu droping air saja, namun juga menghadirkan solusi permanen seperti yang dilakukan di sejumlah desa sekitar perusahaan.

Salah satu contohnya Dukuh Wuni Desa Kajar Kabupaten Rembang. Semen Gresik mencarikan sumber air bersih, membangun bak tandon dan sekaligus mengalirkan melalui pipa hingga areal pemukiman warga.

“Atas upaya itu warga Dukuh Wuni tak lagi mengalami krisis air bersih. Potensi terjadinya gesekan dengan warga desa tetangga karena rebutan air juga bisa diredam,”ujar Gatot. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *