Ditanya Soal “Pembubaran” RBSJ, Bupati Bilang Dikaji Terlebih Dahulu

oleh -1,452 views

Seputarmuria.com, REMBANG – Bupati Rembang Abdul Hafidz menjabarkan beberapa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang kini masih beroprasi. Salah satunya dari perusahaan tersebut dinilai masih ada permasalahan yang rumit. 

Hanya saja, salah satu BUMD yang dimaksud tersebut yakni PT. Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (PT. RBSJ) harus dikaji terlebih dahulu jika akan dibubarkan.

Hal itu diutarakan oleh orang nomor 1 di kota garam ini saat ditanya oleh wartawan usai acara coffee morning bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Rembang di aula lantai IV Kantor Bupati Rembang, Jumat (27/12/2019) pagi.

“Itu harus ada kajian dulu. Tapi yang jelas aset RBSJ ini dari sisi nilai masih tinggi. Jadi sesuai dengan modal Rp. 30 miliar, aset kita sudah Rp. 42 miliar saat ini,”kata Hafidz saat ditanya soal apakah akan ada pembubaran RBSJ itu.

Saat ditanya jumlah keseluruhan BUMD yang ada di Rembang, Hafidz pun tak menjelaskan secara rinci. Hanya saja, pihaknya menjabarkan ada beberapa BUMD masih berjalan.

“Persisnya ndak tahu (jumlah BUMD). Kalau hitung-hitungannya itu : Bank Jateng, BKK, Bank Pasar, PDAM, Migas, dan RBSJ,ada 6 ya,” katanya. 

Untuk deviden sendiri, ia pun mengungkapkan bahwa dari BUMD tersebut dinilai ada kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Mengingat modal yang digelontorkan oleh Pemkab Rembang juga diberi penambahan.

“Yang RBSJ belum (belum mendapatkan berprofit, deviden), kemudian Bank Pasar sudah, PDAM sudah meskipun masih minim. Tapi yang fix yakni BKK dan Bank Jateng. Untuk Bank Jateng tahun ini devidennya ada sekitaran Rp. 7 miliar. Kemudian BKK tahun ini ada sekitaran Rp. 3 miliar,” paparnya. 

Di sisi lain, pihaknya bakal mengupayakan untuk bisa membangkitkan BUMD yang ada di Rembang. Sebab Hafidz meyakini jika beberapa BUMD itu ada potensi-potensi untuk bisa dikembangkan dan bisa menghasilkan pemasukan bagi Rembang.

“Kalau RBSJ memang masih menyisakan masalah yang rumit. Yang sampai hari ini belum bisa klir (belum selesai). Dan itu juga perlu penyelesaian yang komprehensif. Yang masih menjadi PR kami yakni pelabuhan (yang ditangani RBSJ) di dalam legalitasnya (yang berada di tugas RBSJ),” pungkasnya. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *