Disnaker Sosialisasikan Kenaikan UMK 2020 Hingga Akhir Desember

oleh -288 views

Seputarmuria.com, PATI – Puluhan perwakilan perusahaan se – Kabupaten Pati memenuhi Aula Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pati, Rabu (27/11/2019). Kehadiran mereka ialah untuk mendapat sosialisasi tentang kenaikan UMK Pati 2020 mendatang.

Kepala Disnaker Kabupaten Pati, Tri Haryama mengatakan bahwa sosialisasi tersebut merupakan agenda awal dan akan terus dilanjutkan hingga memasuki 1 Januari tahun 2020.

“Untuk perwakilan perusahaan yang mengikuti sosialisasi ini, semuanya menerima keputusan kenaikan UMK Pati tahun 2020. Serta tidak ada yang mempermasalahkan”, ujarnya.

Untuk diketahui bahwa, sesuai dengan keputusan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang telah menetapkan dan mengumumkan besaran Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2020, pada Rabu (20/11/2019) lalu. Sedangkan besaran UMK Kabupaten Pati ialah Rp. 1.891.000. Mengalami peningkatan sebesar Rp 149 ribu dari UMK 2019 yang sebesar Rp 1.742.000.

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya membuka diri apabila ada aduan dari pekerja maupun perwakilan pekerja. Tri menegaskan jika ada perusahaan yang tidak menerapkan ketentuan UMK, mereka bisa terkena teguran. Tentu pihaknya mengkaji dahulu alasannya.

“Akan kami layani dan tindak lanjuti apabila ada aduan. Perusahaan di Pati ada mulai dari yang kecil hingga besar. Kalau perusahaan besar, menurut kami sudah patuh. Kalau ada yang tidak patuh, kita lihat dulu alasannya”, tegasnya.

Tri mencontohkan, bila ada perusahaan yang baru dirintis, pekerjanya lima orang. Seandainya dipaksa untuk menerapkan UMK terbaru, perusahaan harus memilih yaitu untuk ditutup atau mem – PHK pekerja tersebut.

“Kalau seperti itu, masa’ ya kita beri sanksi, kan kasihan”, ucapnya.

Terkait mekanisme penangguhan oleh perusahaan terhadap penerapan kenaikan UMK yang telah ditetapkan, masa waktunya ialah tiga bulan. Namun penangguhan ini artinya adalah penundaan pembayaran upah.

“Penangguhan ini sifatnya seperti hutang. Nantinya tetap harus dibayarkan. Selama ini Kabupaten Pati belum pernah terjadi. Mudah – mudahan di tahun 2020 nanti tidak ada hal seperti itu”, imbuhnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *