Dinindagkop – UKM Akui Sempat ada Ketersendatan LPG di Musim Kawin

oleh -358 views

Seputarmuria.com, REMBANG – Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Dinindagkop) dan UKM Rembang Akhsanuddin mengakui jika pasokan LPG Melon sempat ada ketersendatan di saat musim kawin.

Hal itu ia utarakan seusai menghadiri acara paparan hasil pekerjaan analisa identifikasi kebutuhan masyarakat pada LPG bersubsidi di metting room, teras kota, Selasa (15/10) pagi bersama stakeholder terkait.

“Alhamdulillah saat ini bisa berjalan normal (pasokan, distribusi) LPG 3 kg. Hanya kemarin sempat ada sedikit (tersendat, red), pas banyak saat ada orang gawe (musim kawin, red), kemudian usai hari raya. Sehingga kebutuhan meningkat,” akunya.

Ia menilai, sebetulnya, kebutuhan untuk LPG bersubsidi di Rembang itu mencukupi sesuai kuota yang ada. Hanya saja, saat itu ada musim kawin, maka pihak Dinindagkop  – UKM mengalami ketersendatan pasokan LPG. 

“Artinya begini, data yang sudah diberikan oleh pihak Pertamina kepada perwakilan Jawa Tengah untuk Rembang itu cukup. Namun ya itu, (banyak gawe). Selain itu, perkembangan UMKM di Rembang juga bisa mempengaruhi jumlah LPG yang dibutuhkan,”katanya.

Di sisi lain, ia juga menggelar kajian bersama pihak Perekonomian Pemkab Rembang supaya bisa membuat analisis lapangan terkait kebutuhan LPG melon tersebut.

“Kemudian, kita mencoba, ada suatu kajian yang lebih mendasari secara riil. Mengin1gat kemarin hanya sekadar asumsi saja perbandingan. Berapa warga miskin, jumlah pendudukan, UMKM dan lainnya. Sehingga kita buat kajian yang nantinya bisa mendasari kebutuhan LPG (subsidi) itu sendiri,” urainya.

“Yang jelas saat ini sudah tak ada persoalan, distribusinya lancar. Oleh sebab itu di bagian Perekonomian ini membuat analisis agar distribusi LPG ini bisa baik,” sambungnya.

Dari informasi yang dihimpun, pendistribusian LPG Melon di Rembang tahun 2019 bersifat naik turun sejak Januari hingga September 2019 ini. 

Adapun pendistribusian jumlah tabung LPG Melon bulan Januari yakni 387an ribu tabung, Februari 362 ribuan tabung, Maret 375 ribuan tabunh, April 400an ribu tabung, Mei 419an ribu tabung, Juni 394 ribuan tabung, Juli 408 ribuan tabung, Agustus 418 an ribu tabung dan September ini 382 ribuan tabung. Jumlah itu terdapat dari 6 agen resmi yang ada di Rembang.

Sementara itu, Analisis dari PT Trikarsa Buana Bambang menjabarkan bahwa untuk mendapatkan data riil penduduk miskin yang menggunakan LPG bersubsidi ini ia menggunakan analisa.

Di mana yang  ia dilakukan tak lain ialah supaya untuk bisa mendistribusikan LPG bersubsidi ini dengan maksimal dan bagus. Sehingga pihaknya menggunakan beberapa langkah.

“Seperti halnya, menganalisa jumlah penduduk miskin Rembang, jumlah sample, acak secara sederhana dan wawancara kuisioner,” bebernya.

Dari analisa itu, ia menggambarkan bahwa saat ini jumlah penduduk Rembang sekitaran 635 ribuan jiwa, jumlah rumah tangga sekitaran 174an ribu, dan jumlah warga miskin sekitaran 94 ribuan jiwa. 

“Kesimpulannya yakni rata-rata penggunaan LPG bersubsidi sekitar 6.68 kg / orang / bulan. 

Rata-rata pembelian tabung bersubsidi oleh keluarga sekiataran 2.31 kg / tabung / bulan,” rincinya.

“Dan jika dibandingkan dengan konsumsi saat ini tahun 2019, di Rembang tengah menggunakan tabung sekitaran 401 ribu tabung per bulannya. Jumlah itu melampaui batas dari data yang membutuhkan sesungguhnya masyarakat yang berhak,” bebernya. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *