Diduga Saling Salip, Sopir Bus Indonesia dan Truk Nyaris Baku Hantam di Tengah Jalan

oleh -325 views

Seputarmuria.com, REMBANG – Jalan pantura Rembang lebih tepatnya di depan Pengadilan Negeri Rembang ada pemandangan tak mengenakan, Kamis (22/8) siang sekitar jam 12.15 WIB.

Saat itu kondisi jalan arah Surabaya-Semarang macet sepanjang 30an meter sekitar 15an menit. Diduga ada cek-cok antara sopir bus Indonesia jurusan Surabaya – Semarang dan truk pengangkut kendraan yang sama-sama  dari arah Surabaya.

Dari pantauan di lapangan, posisi bus antar kota antar provinsi Indonesia warna merah yang belum diketahui nomornya berhenti menyilang di depan truk B 9100 PEM.

Tak hanya itu, di area ban bus bagian depan kanan pun ada bekas ban saat pengereman. 

Dugaan sementara, ke dua armada pengangkut orang dan pengangkut kendaraan (mobil) tersebut saling salip. Sehingga terjadilah emosi di antara pengemudi hingga nyaris baku hantam di tengah jalan.

Untung saja, para pengemudi ataupun kernet yang nyaris baku hantam yang belum diketahui identitasnya itu dilerai oleh petugas polisi yang berseragam. 

Sementara itu, salah satu pengemudi atau kernet yang tersulut emosi tersebut menyebut jika sopir lawannya itu saat mengemudikan armada dengan cara zig-zag tak beraturan.

“Kowe kok molang – malang, molang – malang iku pie (kamu kok malang / menyilang/ zig-zag, red) bagaimana,”seru salah satu sopir dengan nada tinggi.

Salah seorang yang berada di lokasi Yani mengungkapkan bahwa ia sempat kegat ada insiden itu. Dan itu terjadi secara tiba tiba berhenti mendadak di tengah jalan.

“Aku ya sendiri kaget mas. Tiba-tiba berhenti di tengah jalan dengan posisi, bus menyilang. Kepala bus di bagian selatan marka putus-putus, buntut bus di tengah marka putus-putus. Sekaligus berada di depan truk itu,”beber dia.

Kemudia, saat ditanya mengenai kronologi insiden itu ia pun tak mengetahui secara pasti. Hanya saja ia melihat beberapa orang yang berada di jalan sembari teriak lantang.

“Kurang tahu pasti. Tapi ada orang gemrubul (bergerombol), sembari tuding-tuding tangan, teriak teriak lantang (emosi). Mungkin ya biasa lah mas, kemungkinan saling salip ya. Aku juga tak tahu persisnya gimana,”pungkasnya. 

Tak hanya sampai di situ saja, para pengguna jalan dari arah Surabaya – Semarang pun ikut tersulut emosi. Mengingat posisi bus yang masih menyilang di depan truk saat itu tak langsung dikondisikan sopirnya dengan baik. Sehingga pengguna jalan lainnya harus menunggu bahkan ikut beradu mulut di jalan. 

Sementara itu, KBO Reskrim Polrez Rembang Iptu Al Sutikno yang usai keluar dari pengadilan pun ikut menengahi insiden itu. Hanya saja, ia sebatas melerai. Kemudian, kedua armada itu melanjutkan perjalanannya kembali.

“Apa pemicunya saya kurang tahu. Sebab saya saat itu baru ke luar dari pengadilan negeri ini,” tambahnya. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *