Desa Tunggulsari Resmi Menjadi Desa Wisata Kabupaten Pati

oleh -426 views

Seputarmuria.com, PATI – Desa Tunggulsari adalah desa wisata kedua yang ditetapkan setelah Desa Talun Kecamatan Kayen.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Pati Haryanto saat menghadiri dan menetapkan Desa Tunggulsari Kecamatan Tayu menjadi Desa Wisata Kabupaten Pati, Sabtu (23/11/2019).

“Hari ini tidak salah kalau ditetapkan, semoga dapat dikelola dengan baik. Apabila sudah di tetapkan jadi desa wisata, terlebih telah di publikasikan melalui media sosial, maka konsekuensinya ialah sarana prasarana harus benar – benar menunjang”, ujar Bupati saat memberi sambutan.

Kepala desa dan pengelola desa wisata ini, lanjut Haryanto, jangan hanya tinggal diam, namun harus selalu menindak lanjuti hal tersebut.

Haryanto juga berharap, dengan segala keunggulan yang dimilikinya, Desa Wisata Tunggulsari bisa terus berkembang. Penetapan hari ini, harapnya, tidak sebatas seremoni tanpa ada action ke depan.

“Harus ditunjang sarana dan prasarana yang memadai. Terutama terkait kebersihan. Makanya hari ini kami serahkan gerobak sampah dan tempat sampah. Jangan sampai orang ke sini terganggu karena tempatnya kurang bersih,” ujarnya.

Ia juga mendorong pemerintah desa untuk memanfaatkan dana desa bagi pengembangan pariwisata Desa Tunggulsari.

“Kalau bisa dikelola dengan baik, nanti akhirnya bisa menambah pengunjung. Bisa menambah pendapatan desa. Selain itu juga membangkitkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Haryanto juga mendorong masyarakat setempat untuk menghasilkan karya berupa kerajinan yang bernilai ekonomis. Ini nantinya bisa dimanfaatkan sebagai cindera mata.

Desa Wisata Tunggulsari, seperti yang disampaikan Kepala Desa Jarot Supriyanto, mengusung konsep wisata Mina Mangrove.

“Sebagaimana namanya, ada dua kelompok besar dalam desa wisata ini, yakni kelompok Mina dan kelompok Mangrove,” urai Jarot.

Kelompok Mangrove menawarkan wisata pantai dan area konservasi bakau. Terdapat hamparan tanaman bakau hijau-rimbun seluas 30 hektar. Pada setengah hektar di antaranya, telah dibangun trek-trek kayu dan gardu pandang yang dapat menjadi lokasi berfoto ria.

Adapun kelompok Mina (perairan tambak) menawarkan wisata edukasi pertambakan. Desa Tunggulsari memang memiliki area pertambakan cukup luas, tepatnya 146 hektar. Terdiri atas 50 hektar tambak nila salin, 60 hektar tambak bandeng semiintensif, dan sisanya adalah tambak bandeng tradisional. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *