Dampak Penjualan Bunga Di Hari Raya

oleh -676 views

Seputarmuria.com, PATI – Masyarakat khususnya di Jawa Tengah, ketika lebaran, mempunyai tradisi berkunjung ke makam keluarga yang ditinggalkan guna bersih – bersih dan ziaroh. Hal ini merupakan tradisi yang umum dilakukan masyarakat Jawa Tengah, terutama di perdesaan.

Tentunya, tradisi ini selalu berdampak pada penjualan para pedagang bunga. Biasanya, penjualan bunga pada saat libur lebaran lebih tinggi dibanding hari-hari biasa. Masyarakat yang akan nyadran butuh membeli bunga untuk ditabur di atas makam.

“Memang lebih ramai dibanding hari-hari biasa. Tapi harga jual tahun ini lebih murah dibanding tahun lalu,” ujar Ci Sukarmi, satu di antara pedagang bunga di Pasar Puri Pati, Kamis (6/6/2019).

Sukarmi yang telah hampir 12 tahun berjualan bunga mengatakan, pada lebaran kali ini, setiap bunga dagangannya laku satu oncot (sebuntal karung), ia bisa meraup omzet kotor hingga Rp 1 juta rupiah. Kali ini, ia hanya memperoleh sekira Rp 500 ribu per oncot.

Lebaran tahun lalu, sebesek kecil campuran bunga mawar merah, mawar putih, kenanga, dan gading dijual Sukarmi dengan harga Rp 25 ribu. Adapun bunga dalam besek ukuran besar ia jual seharga Rp 50 ribu.

“Lebaran tahun ini, sebesek kecil saya jual Rp 10 ribu saja susah,” ucap pedagang yang berjualan setiap hari, dari pagi hingga malam tersebut.

Meski harga jual turun dibanding tahun lalu, harga tersebut tetap lebih mahal dibanding hari-hari biasa. Tahun ini, pada hari biasa Sukarmi menjual bunganya Rp 5 ribu per besek kecil.

Pada libur lebaran kali ini, Sukarmi mampu menjual hingga tiga oncot per hari.

“Kalau hari biasa maksimal dua oncot sehari,” ujarnya

Sukarmi, pedagang bunga lain di Pasar Puri, Suratmi (57) mengaku mengalami kondisi serupa. Harga jual bunga tahun ini, menurutnya jauh menurun dibanding tahun lalu.

“Lebaran tahun lalu saya bisa dapat sampai Rp 1 juta per oncot. Sekarang paling hanya Rp 500 ribu,” jelasnya.

Menurut Suratmi, bunga yang ia jual berasal dari Bandungan. Pada libur lebaran kali ini, ia mampu menjual empat oncot per hari.

“Empat oncot itu sekitar Rp 2 juta,” pungkasnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *