Cucu Mbah Moen, Gus Rojih Siap Potong Gaji untuk Bantu Tanggulangi Corona

oleh -485 views

Seputarmuria.com, JEPARA – Cucu Alm. KH. Maimoen Zubair, Rojih Ubab Maimoen siap untuk memotong gajinya demi ikut menanggulangi penyebaran virus corona (covid -19).

Hal itu di sampaikan oleh dirinya sendiri yang juga selaku anggota komisi X DPR RI Fraksi PPP dalam kunjungan reses yang diisi sosialisasi penanganan dan pencegahan virus corona kepada masyarakat, di kantor DPC PPP Jepara belum lama ini.

Mengingat saat ini telah ditetapkan sebagai pandemi atau wabah yang meluas terjadi di berbagai negara oleh WHO.

Supaya penyebaran virus tidak terus meluas, seluruh komponen masyarakat harus mendukung upaya-upaya dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah dalam mendeteksi, melacak, mengetes, merawat, dan mengisolasi kasus-kasus corona.

Gus Rojih mengaku prihatin bahwa wabah covid -19 bukan saja menelan korban jiwa, namun juga merusak sendi-sendi ekonomi. Bahkan saat ini kegiatan belajar mengajar harus dilakukan di rumah demi menghindari menularnya virus itu antar sesama siswa dan lainnya.

“Kami sebagai anggota komisi X DPR mengusulkan kepada pemerintah agar UN (Ujian nasioal) di semua tingkatan ditiadakan dan alokasi anggaran untuk UN tersebut dialihkan untuk penanganan virus corona atau covid -19,”kata pria yang akrab Gus Rojih.

Tak sampai di situ saja, pihaknya juga sangat mendukung penanggulangan penyebaran virus itu dengan memberikan sebagian gajinya untuk disumbangkan kepada yang memerlukan.

“Saya pun (Gus Rojih) siap apabila Pimpinan Fraksi PPP DPR RI akan memotong gaji saya bulan depan (April) untuk disumbangkan untuk penanganan virus Covid-19,”tegasnya.

Kepada para pengurus partai dan elemen masyarakat,Gus Rojih memaparkan ciri-ciri virus corona hampir mirip dengan gejala flu. Di antaranya, demam tinggi lebih dari 38 derajat celcius, batuk Kering, lemas, sakit tenggorokan, sesak atau kesulitan bernapas dan sakit kepala.

“Apabila terdapat ciri-ciri tersebut di keluarga serta lingkungan sekitar kita, sebaiknya dihindari kontak fisik secara langsung dan menjaga jarak,” katanya.

Selain itu dirinya mengimbau kepada warga untuk senantiasa menjaga kesehatan dan perilaku hidup bersih, mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak ada kepentingan yang sangat mendesak, dan tidak melakukan panic buying (berlebihan) membeli kebutuhan sehari-hari. Tak lupa ikhtiar dengan senantiasa berdoa meminta perlindungan Allah SWT.

Sementara itu, ia pun mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak panik. Namun bisa mengubah rasa cemas menjadi cara melindungi diri,keluarga ,dan komunitas.

“Tetap pantau informasi terbaru serta perhatikan imbauan dari pihak berwenang mengenai keberlangsungan aktivitas, perjalanan, atau larangan berkumpul,” pintanya. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *