Corona ! Penjahit di Rembang Bikin Baju “APD”

oleh -28 views

Seputarmuria.com, REMBANG – Di saat Indonesia diserang Wabah Covid-19 alias Corona membuat beberapa rumah sakit kesulitan mendapatkan alat pelindung diri (APD) untuk tim medisnya.

Dari kondisi itu, beberapa rumah sakit mulai berinisiatif menyediakan sendiri APD yang dibutuhkan. Tak ayal beberapa penjahit rumahan pun banjir pesanan APD tersebut.

Ya, salah satu penjahit itu yakni Ika Atiqoh (45), warga Desa Mojorembun, Kecamatan kaliori yang mendapat pesanan ribuan APD dari beberapa rumah sakit.

Pesanan itu datang tak hanya dari Kabupaten Rembang saja. Melainkan juga pesanan dari beberapa rumah sakit . Baik itu di Semarang, Purwodadi, Pekalongan, Jogja, hingga Bali dan Mataram.

“Kalau rumah sakit di Rembang baru saja pesan 1200 baju APD. Awalnya cuma pesan 100 buah, tapi setelah saya tunjukkan contohnya ternyata cocok lantaran bahannya tidak tembus air, akhirnya minta tambah,”kata dia.

Ia menilai, saat ini memang pihaknya mengalami keterbatasan produksi.

“Karena keterbatasan produksi, kita baru akan mengirim 100 buah dulu. ,” ungkap Ika saat ditemui Rabu (25/3/2020) siang.

“Baju APD pesanan rumah sakit di Kabupaten Rembang itu baru dipesan dua hari lalu. Sementara dari luar Kabupaten Rembang sudah pesan satu minggu yang lalu,”paparnya.

Saat ini ia sedang mengerjakan pesanan 1000 baju APD untuk sebuah rumah sakit di Pekalongan, 3000 untuk Bali, dan 5000 untuk Jogja. Selain itu juga ada pesanan 2000 masker dari Purwodadi dan Semarang.

Namun lantaran keterbatasan produk, Ika mengaku membagi-bagi pesanan itu agar daerah kebagian semua.

Setiap terkumpul 100 buah baju, langsung dikirim ke pemesan. Ia juga memanfaatkan teman-temannya sesama penjahit untuk membantunya. Ada 10 orang penjahit yang tersebat di Kecamatan Kaliori, Sumber, Lasem dan Rembang Kota yang ikut membantu Ika.

“Untuk pola baju semuanya berukuran sama. Bahannya saya potongkan di Kudus. Motongnya pakai mesin Mas, jadi bisa langsung ratusan sekali potong. Kalau pakai gunting kan lama,” tambah ika.

Baju buatan ibu empat anak ini juga dijual murah, harganya cuma Rp 55.000 untuk yang berbahan baku spondbund.

Sementara yang berbahan baku parasit lebih mahal lantaran susah menjahitnya. Maka dari itulah ia mengaku lebih banyak mengerjakan APD berbahan spondbund.

“Niatnya bukan hanya untuk mencari keuntungan, tapi pingin membantu pemerintah memerangi virus Corona. Oleh karena itulah barangnya saya bagi-bagi biar semuanya mendapatkan,” jelas Ika.

Sementara penjahit lainnya Alhusna (27), warga Desa Purworejo, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, mengaku baru mendapatkan borongan membuat baju APD pada hari Selasa (24/3/2020).

Untuk satu baju APD berbahan spondbund ia mendapat bayaran Rp 5.000. Sedangkan APD berbahan baku parasit ia dibayar Rp 8.000.

“Semua bahan sudah disediakan dan sudah dipotong, saya tinggal menjahit, jadi bisa cepat. Sehari bisa dapat 30 buah baju. Tapi kalau yang parasit ndak bisa banyak karena bahannya licin,” terang Alhusna. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *